Warga Desa Linau Antusias Gotong Royong Perbaiki Pelabuhan yang Rusak

oleh
Warga Desa Linau Antusias Gotong Royong Perbaiki Pelabuhan yang Rusak
Kepala Dusun ll Desa Linau tengah memotong bahan rehap pelabuhan (Herdoni HMK)

Harian Memo Kepri, LINGGA — Warga Desa Linau secara bergotong royong memperbaiki pelabuhan Desa Linau yang rusak, Minggu (7/4/2019).

Pelabuhan yang memiliki panjang 100 meter ini mengalami kerusakan dibagian ujung, dikarenakan kayu yang digunakan sebelumnya sudah lapuk.

Kepala Desa Linau Musdar mengatakan bahwa memang sudah waktunya pelabuhan yang merupakan akses utama laut warga di Desa Linau itu diperbaiki.

“Pelabuhan Desa Linau merupakan akses utama laut para nelayan di sini, sambil menunggu bantuan pihak pemerintah dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga sementara kayu yang sudah lapuk dan bagian jembatan yang agak sedikit miring kami perbaiki untuk pakai sementara,” tuturnya.

Warga Desa Linau Antusias Gotong Royong Perbaiki Pelabuhan yang Rusak
Warga pengguna pelabuhan Desa Linau (Herdoni HMK)

Dibangun sejak 2014, pelabuhan ini memang sudah layak diganti dengan beton selain sebagai tambatan perahu para nelayan juga sebagai akses turun naik warga desa dan pulau sekitar.

“Pelabuhan ini sudah di bangun sekitar lebih kurang 5 tahun, memang sudah saatnya pemerintah daerah menggantinya dengan beton,” kata Musdar.

“Pelabuhan desa ini sangat diharapkan oleh masyarakat, selain digunakan para nelayan sebagai tambatan perahu juga banyak masyarakat dari tempat lain gunakan akses ini seperti dari Penaah, Ujung Beting, Senayang, Pongok, Kentar dan beberapa pulau sekitar,” jelasnya lagi.

Menurut Kepala Dusun ll Desa Linau Arfa, pergantian pelabuhan dengan beton oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga nantinya sangat diharapkan dapat membantu mempermudah akses masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan juga semakin ramainya masyarakat luar yang menggunakan jalur ini.

“Kami berharap semoga pembangunan pelabuhan dengan beton nantinya tidak setengah-setengah pembangunannya, agar nelayan dan masyarakat sekitar tidak was-was menggunakan jalur ini,” tutup Arfa.

Penulis : Herdoni
Editor  : Jacksen