Warek Umrah Sudah Tersangka, Kasusnya Belum Juga Terbuka ke Publik. Ratusan Mahasiswa ‘Geruduk’ Kampus Umrah dan Bakar Ban Bekas

4

HarianMemoKepri.com, Tanjungpinanh – Kampus Universitas Raja Ali Haji (Umrah) di ‘gruduk’ ratusan Mahasiswa yang menggelar demo menuntut pihak Rektorat untuk tidak menutupi kasus korupsi dilingkungan Umrah yang bernilai Rp 29 Miliyar, Dompak, Senin, (12/2).

Aksi demo yang dikomandoi oleh Kardoni Fernandez membakar sejumlah ban bekas sebagai bukti protes keras kepada rektorat Umrah yang diduga sengaja menutupi korupsi yang telah menggurita dan segera dibuka ke khalayak ramai.

“Kami menuntut agar kasus dugaan korupsi yang menggurita di Umrah agar dibuka dengan transparan karena kami tidak melihat adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran. Pimpinan Umrah dalam hal ini rektor kami minta untuk mundur saja. Wakil Rektor sudah dijadikan tersangka. Ini memalukan sekali,” jelas Kardoni dalam orasinya.

Melihat ada benih-benih anarkis, pihak Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang sigap menurunkan anggota untuk melakukan pengamanan, namun mahasiswa tidak menginginkan kehadiran pihak polisi pada demo tersebut.

“Kampus memiliki otoritas. Kami berdemo melakukan aksi damai di rektorat kami. Ini tidak bisa diintervensi pihak manapun termasuk aparat kepolisian. Kami tidak menerima kehadiran mereka,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Pimpinan Umrah, prof.Dr.Syafsir Akhlus,M.Sc hadir dalam aksi tersebut , dan menawarkan pertemuan di lantai 3, namun mahasiswa menolak akan di dialog pertemuan itu. Hingga berita ini diposting, pihak otoritas rektorat Umrah belum bisa memberikan konfirmasi resminya terkait demo yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut. (Muhammad Ridwan)

 

BACA JUGA :  Wakil Rektor Umrah Terjerat Kasus Korupsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.