Unjuk Rasa Ormas, Gubernur Kepri Ajak Dialog Terbuka

Ormas yang melakukan unjuk rasa di Kantor Gubernur (dok.syaiful)

HARIAN MEMO KEPRI, TANJUNGPINANG – Terkait aksi unjuk rasa oleh beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kantor Gubenur Kepri, Senin, (24/7/2017).

Gubernur Kepri, H. Nurdin Basirun yang sebelumnya diwakili oleh Assiten I Pemerintahan Provinsi Kepri, Raja Ariza menyambut perwakilan ormas tersebut dan melakukan dialog terbuka secara bersama di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri.

Dalam dialog tersebut, salah satu oerwakilan Ormas,  Aziz Martindas mengatakan kepada Gubernur Kepri bahwa Selama kepemimpinan Nurdin Basirun, Kabupaten Lingga menjadi kabupaten yang tertinggal.

“Kami masyarakat Kabupaten Lingga sangat sedih karena Kabupaten Lingga selama ini telah tertinggal dari daerah lainnya di Provinsi Kepri,” ucap Aziz didepan Gubernur Kepri.

Selain itu, selama kepemimpinan Gubernur Kepri,  dinilai Sering melakukam proyek-proyek yang tidak menjadi prioritas agar segera di pangkas dan dialokasikan ke Program yang lebih dibutuhkan masyarakat Kepri.

“Kita lihat kepri ini semakin miskin, jalan yang dulunya macet sekarang bisa main bola, pemimpin yang zolim tidak akan lama karena akan dilaknat oleh tuhan, dan kami meminta agar proyek yang mubazir agar di pangkas dan lebih baik dialokasikan ke Pendidikan,”sambung Drs. Haidar Ahmad yang mewakili Hulubalang Kepri.

Lanjutnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun pun menjawab semua keluhan dari perwakilan Ormas tersebut dengan mengatakan bahwa Data yabg dipertanyakan itu kurang valid.

“Mungkin informasi yang adek-adek terima belum lengkap, mendapat informasi cuma sepotong sepotong, dan semua itu tidak benar,  kalau Kabupaten Lingga kami juga berkordinasi kepada kepala daerah, apa diproritas itulah yang kami jadikan program,” bantah Nurdin.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepri juga telah memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kepri.

“Yang kami lakukan ini hanya ingin membuat pertumbuhan ekonomi secara permanen, yaitu inspratuktur beberapa kota dan kabupaten, , bantuan – bantuan pemerintah selama ini seperti kapal pompong dan jaring kepada masyarakat, namun akhirnya setelah di cek tidak ada peningkatan ekonomi masyarakat, jangan berpikir saya menjadi Gubernur supaya mendapat fasilitas yang mewah, boleh adek – adek cek dimana rumah dinas saya, semua tuntutan massa akan di tampung cuma pemerintah akan tetap dengan rencananya kalau memang rencana pemerintah benar maka tidak akan takut untuk melanjutkan program yang telah direncanakan,” katanya. (CR003)

Bp Batam 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.