Tragedi Pembakaran Ar Rayah oleh Oknum Banser NU, Laruka Tanjungpinang : Kami Wanti-wanti dan Peringatkan Hal yang Sama Bagi Banser di Tanjungpinang

53
Sekretaris Laruka Tanjungpinang (foto. Ist)

HarianMemoKepri.com, Tanjungpinang – Terkait berita viral di media sosial (medsos) tentang sekelompok oknum Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengundang geram banyak pihak di kalangan Ummat Muslim.

Pasalnya, Oknum Banser NU tersebut diduga dengan sengaja membakar bendera bertuliskan Kalimat Tauhid ‘Ar-Rayah’ (Bendera Rasulullah SAW) tepat dihadapan ratusan santri dengan alasan bahwa bendera tersebut merupakan bendera dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Melihat hal itu, Lembaga Amanah Riau Hulu Kuala (Laruka) Kota Tanjungpinang turut mengecam tindakan para oknum tersebut.

“Tindakan seperti itu merupakan tindakan yang tidak berada dan bermoral, saya sempat emosi melihat kelakuan mereka (Oknum Banser NU Garut-red) yang dengan tingkah polah yang hura-hura serta dengan raut wajah gembira membakar bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid,” ucap Ketua Laruka Tanjungpinang, Dg. Marzuki melalui Sekretaris Laruka Tanjungpinang, Syaiful Amri, Selasa, (23/10/2018).

Bendera yang berlafadzkan Kalimat Tauhid tersebut merupakan kalimat tertinggi bagi umat muslim di Dunia. “Itu kalimat agung yang tertinggi bagi ummat muslim. Dan kami mewanti-wanti bagi Rekan-rekan Banser di Tanjungpinang untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu polemik seperti di Garut,” tegasnya.

Dia berharap agar kelompok oknum Banser NU Kabupaten Garut agar secepatnya diproses hukum. “Kami minta segera dihukum. Karena itu sudah keterlaluan. Kalau memang itu bendera HTI mana tulisan HTI-nya. Itu bendera Rasulullah. Bukan bendera ormas manapun,” ujarnya. (Red)

BACA JUGA :  Viralnya Foto Wagub Kepri Pijak Kursi, Laruka Tanjungpinang : Itu Tak Etis Bagi Seorang Pemimpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.