Tim WFQR Lantamal IV Gagalkan Penyelundupan Timah

Danlantamal IV, Laksamana Pertama S Irawan,SE
Danlantamal IV, Laksamana Pertama S Irawan,SE

HARIAN MEMO KEPRI, TANJUNGPINANG – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV kembali mengamankan kapal tambang ilegal penyelundup 10 ton pasir timah di perairan timur Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (19/12/2016) dinihari.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI, S. Irawan, S.E mengatakan kapal penyelundup pasir timah ke negara Malaysia itu melancarkan operasinya melalui transit antar kapal kapal ikan tanpa izin resmi.

“Daro hasil pemeriksaan kapal diketahui bahwa KM.Kurnia 6 milik MR bermuatan pasir timah seberat 10 ton melakukan pelayaran dari Tanjung Sawang, Dabo Singkep dengan Tujuan Kuantan, Malaysia,” kata Danlantamal IV.

BACA JUGA :  2 Pemalak yang Viral di Medsos Ambruk Kena Tembak

Irawan juga menjelaskan bagaimana penyelendup kelas kakap itu kerap kali melancarkan aksi curi pasir timah diperairan Lingga. Mereka menjalankan operasi pencurian ditengah cuaca buruk, sehingga aparat sulit melacak keberadaannya.

“Modus yang digunakan para pelaku menghindari tim WFQR adalah dengan cara melakukan kegiatannya saat ombak besar dan cuaca buruk,” jelasnya.

Dalam penjelasan dasar hukum TNI AL menangkap kapal penyelundup pasir timah di perairan Linga itu, S Irawan menjelaskan kalau saja pasir timah tidak dibenarkan di jual keluar negeri.

BACA JUGA :  Peter van Tuijil Dorong Pendidikan Pemuda Indonesia

“Sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah, pasir timah merupakan mineral pertambangan yang tidak boleh di eksport langsung keluar negeri apalagi diselundupkan,” ujarnya.

Untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, KM Kurnia 6 beserta ABK sebanyak 3 orang beserta muatan saat ini diamankan di Dermaga Yos Sudarso, Markas Komando Lantamal IV Tanjungpinang. (CR04)

hut kepri gub wagub whatsapp image 2022 08 16 at 14.06.27 iklan media whatsapp image 2022 09 23 at 08.12.29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.