Tersangka VS Diancam Hukuman 4 Tahun Penjara

POPULER HARI INI

Tanjungpinang – Vina Saktiani ditetapkan tersangka oleh pihak Polres Tanjungpinang terkait  kasus penipuan mengaku khilaf dan berniat untuk membantu korban agar bisa lulus dari tes seleksi Praja Institut Pemerintah Dalam Negeri ( IPDN ).

Hal ini dijelaskan oleh dirinya pada saat Konferensi Pers di Mapolres Tanjungpinang didampingi Kasat Reskrim dan Kassubag Humas Polres Tanjungpinang menjelaskan, dirinya hanya membantu dan korban yang mendatangi untuk meminta bantuan.

“Saya hanya membantu dan korban yang mendatangi saya meminta bantuan, karena sebelumnya adek saudara saya yang saya masukkan IPDN lulus, setelah mengikuti Bimbel IPDN, ” ungkap Vina, Jumat (04/06).

Vina juga mengaku bahwa sebagian uang yang yang diberikan korban ada diberikan kepada salah seorang pengajar dan Kasi Pemegang soal seleksi penerimaan IPDN di Jatinangor sebanyak Rp 60 Juta dan uang senilai Rp 200 Juta kepada dosen serta Kabag IPDN Inisial Z dan sisanya untuk biaya dirinya berangkat ke Jakarta dan Bandung.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra mengungkapkan, setelah diselidiki pihak kepolisian itu tidak ada, uang tersebut digunakan Vina untuk kebutuhan pribadinya.

“Kita sudah selidiki orang – orang yang dimaksud berada di Jatinagor itu tidak ada. Pengakuan tersangka baru sekali ini melakukan perbuatan ini. Jika ada korban lain yang merasa dirugikan oleh tersangka silahkan melapor, ” ujar Rio.

Diketahui sebelumnya Vina telah mengembalikan uang korban senilai Rp 190 Juta sebanyak dua kali. Sehingga tersisa Rp 110 Juta lagi, namun sampai sekarang ini tidak ada kepastian atau itikat baik dari Vina untuk mengembalikan sisanya, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polisi untuk ditindaklanjuti.

“Bagi masyarakat jika ingin masuk sekolah ataupun pekerjaan jangan biasakan memakai uang pelicin. Berusahalah sendiri dan percaya pada diri sendiri disertai doa dan jangan percaya kepada orang lain, ” tegas Rio.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

 


 



Bp Batam 2020banner dprd 2021 (1)Banner Pemko Tanjungpinang 2020

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img