Terkait Kasus Apri Sujadi, Pihak Swasta Ikut Diperiksa

  • Bagikan
Budianto usai jalani pemeriksaan
Budianto usai jalani pemeriksaan

Tanjungpinang – Sebanyak lima orang saksi diperiksa oleh penyidik KPK terkait kasus tindak pidana korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas ( KPBPB ) wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016 – 2018.

Pemeriksaan tersebut berlangsung di Mapolres Tanjungpinang. Dalam kasus TPK KPBPB wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018 itu, Apri Sujadi dan M Saleh telah membuat rugi negara, mencapai Rp 250 Miliar. Saat ini, kedua tersangka itu sudah menjalani masa tahanan.

Adapun kelima orang saksi yang diperiksa antara lain Budianto Swasta, Aman Direktur PT. Berlian Inti Sukses, PT. Batam Shellindo Pratama, dan PT. Karya Putri Makmur, Setia Kurniawan Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Bintan, Bobby Susanto Direktur CV Three Star Bintan (Cabang Tanjungpinang) serta Agus Direktur CV Three Star Bintan tahun 2009 sampai dengan sekarang, Senin ( 06/09 ).

Saat diperiksa, Budianto mengakui bahwa dia diminta menjelaskan soal pengajuan kuota rokok ke pihak terkait.

“Menjelaskan cara pengajuan kuota rokok dari Tahun 2016 hingga 2017, baru sekali saya diperiksa. Kita dapat kuota rokok 500 karton sama seperti yang lainnya,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, bahwa ada dua orang lagi yang saat ini menjalani pemeriksaan di Ruang Rapat Utama, Polres Tanjungpinang.

“Ada dua orang lagi tadi,” tutupnya.

Diketahui, Bupati Bintan non aktif, Apri Sujadi sudah ditetapkan tersangka oleh KPK bersamaan dengan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan, M Saleh Umar.

Hingga kini, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap kelima orang saksi tersebut.

Bp Batam 2020banner dprd 2021 (1)Banner Pemko Tanjungpinang 2020
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.