Tembok Proyek Water Front City Kelurahan Tarempa, Lindungi Warga Dari Sapuan Gelombang Tinggi

oleh
Tembok yang rencananya digunakan untuk relaksasi penahan timbunan tanah Proyek Water Front City (WFC) (Pinni HMK)

Kepri HMK, Anambas — Tembok yang rencananya digunakan untuk relaksasi penahan timbunan tanah Proyek Water Front City (WFC) terbukti bermanfaat bagi warga yang tinggal di pinggir pantai Kelurahan Tarempa saat terjadi gelombang tinggi, Selasa (01/01/19) lalu.

WFC yang telah berhasil menghalau sapuan ombak menghantam rumah warga ini di bangun pada bulan Juni 2013 dengan anggaran senilai Rp 21,5 miliar, dan dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk pada masa Tengku Mukhtaruddin menjabat sebagai Bupati Anambas.

“Adanya tembok ini bisa menahan gelombang air laut setinggi tiga sampai empat meter, jika tidak ada, habislah semua rumah dan bangunan bang, “ucap salah satu warga Kelurahan Tarempa kepada harianmemokepri.com, Sabtu (5/1/19).

Terpisah, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Anambas, Heri Fakrizal mengatakan bahwa di sekitar tembok WFC memang banyak bangunan yang berdiri.

“Seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),Kantor Lurah Tarempa, Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS), Lanal Tarempa, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sekolah Mandarasah Sanawiyah ada juga hotel atau penginapan,” tutur Heri ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon selulernya, Sabtu (5/1/19).

Menurut Heri, tembok WFC sangat berarti bagi warga, namun untuk infrastruktur mengalami kehancuran, seperti jalan Selayang Pandang yang roboh di hantam gelombang.

“Alhamdulillah masyarakat kita tidak terkena dampaknya, semua itu datang dari Allah Yang Maha Kuasa, atas izin dan kehendak-Nya semua ini terjadi, kita manusia tidak bisa mengelak, hanya bisa bersyukur dan berdoa,”ucapnya.

Penulis : Pinni
Editor  : Tomo