Tantangan Mahasiswa dalam Era Milenial

oleh
Ilistrasi Kaum Milenial (Insert : Rifda Elpiya)

Oleh : Rifda Elpiya
(Mahasiswi Jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang ~ UMM) 

Generasi milenial tentunya mempunyai pengaruh dalam dunia pendidikan misalnya terhadap menurunnya minat belajar pada mahasiswa yang sudah ketergantungan dengan teknologi. Di sini, guru atau dosen juga dituntut untuk memanfaatkan kemajuan teknologi baik yang muda maupun tua harus melek IT.

Ini merupakan tanggung jawab semua dalam mendukung pembelajaran karena dalam era milenial tidak selamanya membawa dampak buruk dan dijadikan hambatan untuk kemajuan pendidikan.

Seiring perkembangan zaman, generasi muda tentunya mempunyai tantangan yang sangat berat karena mudah dibawa pengaruh arus globalisasi. Oleh karena itu, upaya untuk menumbuhkan nilai karakter pada mahasiswa dapat dilakukan dengan menyesuaikan kegiatan pembelajaran melalui kegiatan teknologi. Namun, nilai-nilai yang ditanamkan tentunya perlu diperhatikan untuk mengembangkan kreatifitas mahasiswa yang inovatif dalam keberlangsungan pembelajaran dan kemajuan bangsa.

Sekarang dapat kita lihat mahasiswa banyak yang menghabiskan waktunya di depan gadget karena melalui media sosial tentunya kita bisa mendapat banyak informasi dan lebih mudahnya berkomunikasi sesama teman maupun keluarga. Bisa kita lihat, meskipun sedang berkumpul tetapi tetap saja banyak yang sibuk dengan gadget masing-masing dan berkumpul hanya untuk selfie semata dan melanjutkan keasyikan dengan gadget masing-masing.

Generasi milenial ini bisa dikatakan sebagai generasi yang cuek yang tidak semuanya mau bersosialisasi secara langsung dan cenderung tertutup. Bahkan cenderung meninggalkan nilai-nilai agama, budaya dan menjuru pada kebebasan seperti mengikuti tren-tren party bahkan sampai pergaulan bebas.

Di sini kita sebagai mahasiswa tentunya harus mempunyai etika yang baik karena kita sudah mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Kita harus bisa pandai-pandai menyaring informasi apa saja yang kita dapatkan dalam dunia maya. Kita sebagai mahasiswa harus bisa mengatur waktu kapan harus bermain dan kapan harus serius.

Setiap manusia tentunya memiliki waktu yang sama dalam sehari, yaitu 24 jam. Dengan waktu tersebut masing-masing orang memiliki aktivitas yang berbeda-beda, ada yang sangat sibuk sehingga tidak memiliki waktu luang dan ada pula yang tidak terlalu sibuk.

Oleh karena itu, di sini kita sebagai mahasiswa tentunya harus mempunyai etika yang baik karena kita sudah mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Kita harus bisa pandai-pandai menyaring informasi apa saja yang kita dapatkan dalam dunia maya. Kita sebagai mahasiswa harus bisa mengatur waktu kapan harus bermain dan kapan harus serius.

Sulitnya mengatur waktu adalah masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa. Dimulai dari kegiatan yang sulit dikontrol, kegiatan yang tidak jelas dan tidak memiliki tujuan tertentu yang menyebabkan kurang efektifnya penggunaan waktu.

Sebagai mahasiswa yang memiliki waktu belajar dan aktivitias ekstra maupun intra banyak mahasiswa yang belum bisa menggunakan waktunya secara efisien sehingga mereka cenderung sulit dalam menentukan antara jadwal belajar dan bermain.

Mahasiswa harus bisa mengisi waktu luangnya semaksimal mungkin misalnya dengan mengikuti organisasi di kampus. Walaupun bukan merupakan kewajiban namun organisasi sangat penting diikuti oleh mahasiswa karena dalam berorganisasi kita dapat mendapatkan banyak pelajaran.

Misalnya dalam kelas, anak yang mengikuti organisasi bisa saja cenderung lebih aktif daripada anak yang tidak mengikuti organisasi hal ini dikarenakan sudah terbiasanya berdiskusi dalam sebuah organisasi. Tidak hanya itu, mahasiswa yang mengikuti organisasi tentunya lebih pandai dalam berinteraksi antara sesama dan cenderung terbuka dengan teman-temannya.

Kita sebagai generasi milenial juga perlu membuat jadwal kegiatan sehingga kegiatan yang akan kita lakukan bisa lebih terstruktur. Di samping itu, kita sebagai mahasiswa perlu meluangkan waktu untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Kita harus bisa memprioritaskan kegiatan apa saja yang perlu untuk kita ikuti ataupun tidak karena jika masih ada waktu luang lain kita masih bisa menggantinya dengan hari itu jika diperlukan.

Selain itu, kita juga sebagai generasi milenial juga harus mempunyai waktu luang untuk berekreasi untuk rehat dari baik itu dunia perkuliahan maupun dunia maya karena otak kita juga perlu istirahat, tubuh kita perlu waktu santai agar kita tidak terlalu stress. (*)

Sumber : Artikel Ini dikirim melalui
E-Mail Redaksi HarianMemoKepri.com
Tanggal 07 Januari 2019.

Editor : Amri