Warga Kesal, Limbah Pabrik Teh Prendjak Belum Ada Solusi Hingga Kini

- Kamis, 1 Desember 2022 | 14:32 WIB
Limbah dari Pabrik Teh Prendjak yang mengaliri di wilayah Perumahan Griya Indonusa, Kamis (01/12). Foto : Indrapriyadi
Limbah dari Pabrik Teh Prendjak yang mengaliri di wilayah Perumahan Griya Indonusa, Kamis (01/12). Foto : Indrapriyadi

HMK, TANJUNGPINANG -- Warga Perumahan Griya Indonusa merasa kecewa terhadap permasalah limbah PT Panca Rasa Pratama hingga Kamis 1 November 2022 belum ada titik terang.

Kekecewaan warga sangat beralasan dikarenakan pembuangan limbah PT yang memiliki usaha Pabrik Teh Prendjak ini sudah sering terjadi sejak tahun 2018, dan belum ada solusi yang diberikan.

Beberapa waktu lalu Pihak DLH, Lurah Air Raja, RW dan RT mendatangi Polresta Tanjungpinang dan langsung diterima Wakapolresta Tanjungpinang AKBP Arif Robby Rahman. SH untuk membuat laporan resmi agar ditindak lebih lanjut, sehingga bisa menjadi pijakan dasar awal dalam penindakan dan pencarian solusi.

Yanti selaku Ketua RT 03 Perumahan Griya Indonusa menerangkan, pencemaran limbah yang sudah bertahun-tahun tersebut sangat merugikan warga sekitar.

Karena bukan hanya masalah limbah saja, masalah polusi udara dan suara pabrik yang bising juga berdampak ke warga. Akibatnya beberapa rumah mengalami retak karena aktivitas yang dilakukan oleh Pabrik Teh Prendjak tersebut.

"Kami sudah buat laporan, baik itu ke polisi, instansi terkait, tapi sampai hari ini masyarakat belum punya jawaban pasti. Jangan sampai warga akan bertindak sendiri apabila tidak ada solusi dan titik terang dari polisi dan DLH Tanjungpinang," ujarnya dengan nada kesal, Kamis.

Yanti juga menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, yang selama ini tidak ada tindakan nyata sesuai dengan tugasnya

"Warga tidak minta DLH berpihak ke warga, tapi bekerja lah sesuai prosedur, ambil tindakan tegas untuk masalah lingkungan. Tolong berikan kami jawaban dan solusi dari semua laporan kami dari tahun ke tahun," ungkap Yanti.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua RW 8 M. Muklis Basyir, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Ia juga tidak akan berhenti sampai disini untuk menuntut kasus tersebut.

Memang pagi, dirinya baru dihubungi oleh Kanit Tindak Pidana Tertentu yang menyampaikan, bahwa pengaduan laporan yang sebelumnya dilakukan oleh pihaknya terus berjalan.

"Nanti sore beliau akan mengirimkan surat perkembangan penyidikan ke saya," ujarnya.

Selain itu, kata Basyir, berdasarkan informasi dari Kanit, bahwasanya dua hari yang lalu mereka sudah berkunjung ke DLH untuk meminta keterangan. Namun kepala bidang yang bersangkutan belum bersedia menyampaikan perkembangan.

"Namun demikian kami tetap menunggu dari pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan kami," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, pada beberapa hari yang lalu, dirinya sudah menghubungi Kepala Bidang Pengawasan DLH Kota Tanjungpinang mempertanyakan perkembangan sampel limbah untuk mencari tau berbahaya atau tidak yang diambil oleh petugas DLH pada 17 November 2022 lalu.

"Saya sudah menanyakan apakah sudah diperiksa atau belum namun belum ada jawaban. Karena DLH tidak memiliki peralatan menentukan bahaya atau tidak jadi dikirim ke Kota Batam. Pada tahun 2021 juga DLH merekomendasikan agar perusahaan pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Saya juga belum dapat jawaban apakah perusahaan sudah membuat IPAL atau tidak karena nyatanya sampai saat ini limbah itu masih ada," pungkasnya.

Editor: Indra Priyadi

Tags

Terkini

Lanud RHF Tanjungpinang Peringati HUT Koopsudnas

Senin, 30 Januari 2023 | 20:43 WIB

Irjen Pol Tabana Bangun Kunjungi Pulau Penyengat

Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:57 WIB

Koarmada I Gelar Tradisi Pelepasan Pangkoarmada

Kamis, 26 Januari 2023 | 17:17 WIB
X