Beranda Berita Kepri Berita Tanjungpinang Tanjungpinang-Letung Tiap Jumat, Tarifnya Rp 300 Ribu

Tanjungpinang-Letung Tiap Jumat, Tarifnya Rp 300 Ribu

Provinsi Kepri membukukan catatan sejarah baru dunia penerbangan domestik. Jumat (2/12) hari ini, Bandara Letung, di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas resmi dibuka. Dengan demikian, rentang kendali antara Ibu Kota Tanjungpinang-Anambas semakin dekat.

Uji coba pendaratan maskapai Susi Air di bandara tersebut yang mendarat mulus, Rabu (23/11) lalu menjadi penanda awal dibukanya bandara kedua di Kabupaten Kepulauan Anambas. Satu bandara lainnya yang berada di kabupaten termuda di Kepri itu, dimiliki oleh pihak swasta terletak di Kecamatan Palmatak.

Menurut rencana, peresmian dilakukan pejabat dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Rombongan akan bertolak langsung ke Bandara Letung.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur menuturkan, setelah uji coba pendaratan maskapai Susi Air di Bandara Letung, sebenarnya pihaknya sudah siap menyambut pejabat dari Kementerian Perhubungan, yang akan meresmikan Bandara Letung. Hanya, saat itu, intensitas curah hujan di Kepri cukup tinggi.

Meski curah hujan masih tinggi, katanya, peresmian tetap akan dilakukan, hari ini. Karena, tidak ada alasan Pemkab Kepulauan Anambas menunda jadwal peresmian bandara.

”Hujan terus menguyur Pulau Jemaja, tapi masyarakat juga semangat menyambut peresmian Bandara Letung. Bahkan, mereka datang membantu menyiapkan segala fasilitas yang diperlukan,” katanya.

Pada peresmian nanti, pihaknya juga mengundang sejumlah tokoh masyarakat Anambas yang berada di peraunatan.

”Rombongan tokoh masyarakat sudah berangkat dari Pulau Batam, sedangkan rombongan pejabat pusat dan Pemprov akan menaiki pesawat besok (hari ini, red) tepatnya saat peresmian,” katanya.

Masykur juga menginformasikan, bahwa manajemen maskapai Susi Air akan melayani penerbangan Tanjungpinang-Jemaja, setiap Jumat. Harga tiket penumpang, dijual sekitar Rp 300 ribu. Lama penerbangan dengan maskapai ini, sekitar 1 jam.

Setelah peresmian ini, banyak lagi pekerjaan rumah di Bandara Letung yang akan dikembangkan. Antara lain, lahan parkir kendaraan dan perluasan landasan pacu atau runway bandara.

Untuk pekerjaan lahan parkir, Masykur mengatakan, pihaknya terkendala anggaran. Tapi, di 2017 awal, proyek pekerjaan lahan parkir bisa dimulai, setelah proses lelang. Pagu anggaran yang disediakan untuk pembangunan lahan parkir tidak sedikit. Jumlahnya mencapai Rp 6 miliar, yang dialokasikan dari APBN.

Pihaknya juga, lanjutnya, telah mengusulkan anggaran pembangunan lanjutan bandara ke pusat. Ini dilakukan mengingat anggaran di daerah yang minim, sehingga mengajukan ke pusat.

”Namun, pembebasan lahannya belum bisa dilakukan Pemkab. Ini yang menjadi kendala di kita,” katanya.

Meski begitu, ia mengimbau warga tetap optimis. Sebab, pemerintah pasti akan melanjutkan pembangunan bandara. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari semua pihak, utamanya masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.

 

sumber : tanjungpinangpos(dot)co(dot)id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BERITA TERBARU

Group Siberindo