Tak Akui Anak Dalam Kandungan Istri, Suami Pijak Perut Istri Berkali-kali

7
Bayi Korban (dok.ist)

HarianMemoKepri.com, Hukrim – Seorang wanita hamil di Jakarta Pusat, tak hanya menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) namun juga harus pasrah kehilangan bayi dalam kandungannya. Sang suami menyangkal anak dalam kandungan istri bukanlah darah dagingnya.

Dilansir dari JurnalX.com, Lisna Rahmawati (21) yang tengah mengandung enam bulan, dianiaya bertubi-tubi oleh suaminya, Kasdim (21) di Jalan Tanah Tinggi Gang 12, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Mirisnya, tak hanya dipukul korban juga diinjak berkali-kali sejak Juli 2017 lalu.

Kapolsek Johar Baru Kompol Maruhun Nababan mengatakan, kejadian nahas itu dipicu dari pertengkaran keduanya di lantai 2 kediamannya pada Jumat (4/1) lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saat itu, korban sedang duduk di kasur lantai dan senderan di tembok, lalu si suami yang sedang duduk di depan korban itu menginjak perut bagian depan di bawah pusar sebanyak 1 (satu) kali sambil mengatakan bahwa anak dalam kandungan tersebut bukan anaknya,” terangnya, Selasa (9/1).

Tak puas, pelaku kemudian menginjak lagi bagian pinggang sebelah kiri korban berkali-kali, paha sebelah kiri korban sebanyak dua kali menggunakan kaki, lalu kepala sebelah kiri dipukul sebanyak 1 (satu) kali.

Dampak dari perkelahian itu, sang istri mengalami pendarahan pada 5 Januari 2018 pukul 23.30 WIB atau saat korban buang air kecil.

“Lalu korban langsung ke puskesmas dengan diantar orang tuanya dan dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Hasilnya, ditemui adanya luka memar bagian pinggang sebelah kiri, perut bagian depan di bawah pusar, paha sebelah kiri hingga korban terpaksa melakukan operasi caesar,” jelasnya.

Sayangnya, bayi malang itu pun cuma bertahan tiga hari. Pada hari Senin (8/1) sekitar jam 04.00 WIB, si bayi dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi lebam. Kasus ini pun langsung ditangani polisi.

BACA JUGA :  Indonesia Tengah Siaga Bencana, Setelah Palu dan Sinjai Kini Bencana Terjadi di NTT

Untuk proses penyelidikan, anggota Polsek Johar Baru dan Babinsa mendatangi TKP dan memberitahukan keluarga, agar jenazah jangan dimakamkan dahulu.

“Soalnya anggota dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan menangkap tersangka dan jenazah akan segera dilakukan autopsi,” tandasnya.

Saat ini, kasus tersebut tengah di tangani oleh unti Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. (Red) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.