Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan

  • Whatsapp
Foto : Pelatihan Pendidikan (Insert : Elsa Anggi Zahrin)

Oleh : Elsa Anggi Zahrin

(Mahasiswi Prodi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Malang – UMM)

Muat Lebih

“Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya” ~ Lenang Manggala.

Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan Sumber Daya Manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan.  Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia terbagi atas, planning, organizing, actuating, dan controlling.

Fungsi Perencanaan (planning) merupakan penentu dari program bagian personalia yang akan membantu tercapainya sasaran yang telah disusun oleh perusahaan. Fungsi Pengorganisasian (organizing) merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi, dimana setelah fungsi perencanaan dijalankan bagian personalia menyusun dan merancang struktur hubungan antara pekerjaan, personalia dan faktor-faktor fisik.

Fungsi actuating, pemimpin mengarahkan karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi.

Fungsi Pengendalian (controlling) merupakan upaya untuk mengatur kegiatan agar sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Manajemen pendidikan adalah suatu usaha penerapan prinsip – prinsip dan teori manajemen dalam aktivitas pendidikan pada lembaga – lembaga pendidikan secara efektif dan efisien.

Tujuan manajemen sumber daya manusia dalam bidang pendidikan mengarah pada pembangunan pendidikan yang bermutu, membentuk sumber daya manusia yang handal, produktif, kreatif dan berprestasi.

Manajemen sumber daya manusia sangatlah berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, di mana suatu lembaga pendidikan akan berhasil atau bermutu apabila didukung oleh sumber daya manusia yang termanajemen dengan baik. Oleh karenanya sebuah lembaga yang ingin berkembang haruslah memperhatikan sumber daya manusia dan mengelolanya dengan sebaik mungkin melalui aplikasi dan konsep manajerial yang memadai.

Peran manajemen sumber daya manusia dalam peningkatan mutu pendidikan didasari oleh sumber daya manusia karena sumber daya manusia pendidikan merupakan faktor sentral dalam pendidikan mengingat sangat pentingnya dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sumber daya manusia juga merupakan kualitas akhir dari output dan lembaga.

Jenis tenaga pendidik dibedakan menjadi tiga yaitu pertama, tenaga struktural (kepsek, kesiswaan, kurikulum). Kedua, tenaga fungsional (guru, guru BK, pustakawan). Ketiga, tenaga teknis kependidikan ( pelatih olahraga, keseniaan, laborat, TU).

Aktivitas manajemen sumber daya manusia pendidikan yang pertama yaitu Perencanaan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah pengembangan dan strategi dan penyusunan tenaga pendidik dan kependidikan yang komprehensif guna memenuhi kebutuhan organisasi di masa depan.

Kedua, “Selection” atau seleksi didefenisikan sebagai suatu proses pengambilan keputusan di mana individu dipilih untuk mengisi suatu jabatan yang didasarkan pada penilaian terhadap seberapa besar karakteristik individu yang bersangkutan, sesuai dengan yang disyaratkan oleh jabatan tersebut.

Ketiga, Orientasi adalah program yang dirancang untuk menolong pegawai baru (yang lulus seleksi) mengenal pekerjaan dan perusahaan tempatnya bekerja. Keempat, Manajemen kerja adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus berkaitan dengan fungsi-fungsi manajerial kerja. Proses ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas serta pemahman mengenai pekerjaan yang akan dilakukan.

Keempat, Program kompensasi atau balas jasa umumnya bertujuan untuk kepentingan perusahaan, karyawan dan pemerintah. Program pemberian kompensasi didasarkan pada prinsip adil dan wajar, supaya tercapainya tujuan dan memberikan kepuasan bagi semua pihak.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan SDM pendidikan adalah melakukan gerakan pendidikan anak usia dini serta penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar. Di samping itu perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik.

Mutu Pendidikan di Indonesia harus di tingkatkan kembali dengan meimplementasikan kurikulum pendidikan dengan memberikan pelatihan dan pengajaran kepada SDM pendidikan. Lalu meningkatkan kesejahteraan SDM pendidikan dan meningkatkan kompetensinya. Dan juga menerapkan berbagai metode dalam pembelajaran sehingga menunjang keberhasilan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

(Artikel Ini dikirim melalui E-Mail Redaksi HarianMemoKepri.com Pada Tanggal 20 Desember 2018 Pukul 15.50 Wib)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.