Beranda Berita Memo Sosok Raksasa Kebo Iwa, Selimuti Kisah Legenda Asal Usul Danau Batur

Sosok Raksasa Kebo Iwa, Selimuti Kisah Legenda Asal Usul Danau Batur

dok.okezone.com

Harian memo kepri | MISTERY — TERLAHIR dan tumbuh sebagai orang asli Indonesia, sedari kecil pasti kita sudah cukup familiar dengan berbagai cerita rakyat yang biasanya memang melegenda dari generasi ke generasi.

Misalnya cerita rakyat dari Bali satu ini, ialah kisah soal asal-muasal terbentuknya danau Batur. Danau Batur sendiri adalah salah satu spot tujuan wisata terkenal di Pulau Dewata, terletak di Desa Penelokan Utara, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dan berjarak sekitar 65 km dari kota Denpasar. Cantik mempesona dan punya hawa yang sejuk, danau satu ini menyimpan cerita legendaris di belakangnya.

Dikisahkan asal-usul terbentuknya danau Batur, tidaklah lepas dari sosok raksasa bernama Kebo Iwa, raksasa ini digambarkan sebagai raksasa yang baik suka menolong para penduduk sekitar seperti untuk membangun bangunan rumah-rumah dan pura tempat ibadah para penduduk. Diceritakan, Kebo Iwa tidak meminta apapun sebagai imbalan atas bantuannya, ia hanya meminta disediakan makanan yang banyak.

Awalnya, para penduduk pun bisa menyanggupi permintaan makanan dari Kebo Iwa, namun lama kelamaan para penduduk pun merasa kesulitan terutama saat musim kemarau datang karena lumping padi pelan-pelan menjadi kosong, bahan makanan pokok pun mulai sulit didapat hingga akhirnya sang raksasa pun mengamuk karena tidak mendapatkan keinginannya.

Dilanda rasa takut oleh amukan Kebo Iwa, disebutkan lebih lanjut para penduduk pun berpikir keras cara untuk melawan sang raksasa yang begitu kuat tersebut. Sampai akhirnya masyarakat sepakat untuk mengelabui Kebo Iwa dengan berpura-pura membutuhkan pertolongan Kebo Iwa untuk membangun kembali rumah-rumah serta pura tempat peribadatan yang telah dirusak Kebo Iwa, lalu sebagai bayarannya penduduk yang diwakili oleh kepala kampung berjanji akan menyediakan makanan yang banyak kepada Kebo Iwa.

Singkat cerita, sang raksasa pun tergiur dengan tawaran penduduk desa dan bersedia untuk membangun kembali rumah-rumah dan pura yang telah dirusaknya dalam waktu singkat. Sementara itu, di saat yang sama para penduduk desa disebutkan mengumpulkan kapur dalam jumlah yang banyak.

Kemudian ketika Kebo Iwa sedang sibuk menggali sumur, dengan menggunakan kedua tangannya langsung untuk menggali tanah. Perlahan-lahan, sumur yang digali pun semakin dalam, sesekali sang raksasa disebutkan beristirahat di dalam sumur ketika siang hari.

Kemudian, para penduduk menggunakan kesempatan ini untuk memusnahkan sang raksasa, dengan cara menguburnya hidup-hidup dengan menimbun Kebo Iwa dengan kapur yang begitu banyak yang mana akhirnya disebutkan membuat Kebo Iwa merasa panas akibat tercampurnya kapur dengan air, hingga disebutkan sang raksasan akhirnya mati tenggelam terkubur di dalam sumur yang ia gali sendiri akibat air yang bercampur dengan kapur dan menciptakan panas yang melepuhkan kulit.

Lama kelamaan air sumur terus mengalir deras lalu meluap itu berubah menjadi danau yang kini di sebut Danau Batur dan tumpukan tanah yang digali dari sumur tersebut menjadi sebuah gunung yang dinamai Gunung Batur. Inilah kisah cerita rakyat yang diyakini oleh masyarakat sekitar soal asal-usul terbentuknya danau dan gunung Batur.

Namun, jika ditelisik dari sisi ilmu ilmiah, proses terbentuknya danau Batur sendiri dikatakan karena dua letusan Gunung Batur tua yang memiliki ketinggian lebih dari 3000 meter diatas permukaan laut.

Gunung api Batur purba ini meletus sekitar 29.300 tahun yang lalu dan menghancurkan separuh bagian gunung bagian atas. Lalu letusan dahsyat tersebut, mengakibatkan oleh amblasnya dasar Gunung Batur berukuran 13,8 kali 10 kilometer persegi melingkar dengan diameter 7,5 kilometer lalu membentuk dinding terjal sedalam kira-kira 400 meter, terjadilah kaldera yang pertama.

Kemudian dilanjutkan dengan letusan kedua yang terjadi pada 20.150 tahun yang lalu dari kawasan pusat kaldera dan danau Batur, memicu kembali amblasnya dasar Gunung Batur yang membentuk kaldera melingkar di dalam kaldera pertama, terjadilah kaldera kedua yang membentuk topografi dinding terjal sedalam rata-rata 200 meter.

Bagian daerah terendah gunung api Batur inilah yang kemudian membentuk menjadi danau yang disebabkan proses akumulasi air hujan yang sekarang dikenal sebagai Danau Batur. Kabarnya, kini ketinggian puncak Gunung Batur ada di titik 1717 meter diatas permukaan laut atau 686 meter dari permukaan air Danau Batur.

sumber | dok. | okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.