Setelah Rosmah dan Najib Razak, Kini Mantan Wakil PM Malaysia ‘Digulung’ Jabatan Anti Rasuah

5
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi saat usai diperiksa Jabatan Anti Rasuah Malaysia (foto. ist)

HarianMemoKepri.com, Internasional – Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, ditahan oleh polisi, hari Kamis (18/10) dengan dugaan terlibat korupsi.

Penyelidik di Malaysia mengatakan Ahmad Zahid ditangkap dalam kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan kepercayaan, dan pencucian uang. Para pendukungnya mengatakan penahanan ini bermotif politik.

Laporan media di Malaysia menyebutkan Ahmad Zahid diduga menggunakan dana dari yayasan sosial keluarga untuk membayar tagihan kartu kredit dirinya dan istrinya.

Ia membantah tuduhan itu dan mengatakan pembayaran tagihan itu dilakukan oleh asisten secara tak sengaja dan uang yang dipakai telah dikembalikan.

Selain dikenal sebagai mantan wakil PM, Ahmad Zahid juga menjabat sebagai ketua UMNO, partai politik yang berkuasa selama beberapa dekade, sebelum kalah mengejutkan dalam pemilihan umum Mei lalu.

Ia adalah satu dari sejumlah politikus senior di Malaysia yang menghadapi dakwaan korupsi terkait dengan dugaan hilangnya dana di lembaga investasi negara.

Rosmah Mansor, istri Najib, sudah dihadirkan di pengadilan di Kuala Lumpur, dengan dakwaan melakukan pencucian uang dan penghindaran pajak.

Dalam sidang hari Senin (22/10), Rosmah dan Ahmad Zahid Hamidi menyatakan tidak bersalah atas 17 dakwaan yang ditujukan kepada keduanya.

Sehari sebelumnya ia resmi ditahan di kantor komisi pemberantasan korupsi di Putrajaya.

Kasusnya terkait dengan kasus yang dihadapi Najib, yang menghadapi lebih dari 30 dakwaan pencurian yang dari badan investasi negara, 1MDB.

Najib dan Rosmah menjadi pembicaraan setelah aparat penegak hukum menggeledah beberapa kediaman mereka.

Aparat membawa ratusan kotak, diyakini untuk mengangkut perhiasan dan tas mewah, termasuk buatan Hermes, yang harga satuannya bisa mencapai US$300.000 atau sekitar Rp4,5 miliar seperti yang dilansir dari BBC Indonesia.

Ini mencakup 567 tas tangan, 423 jam tangan, 14 tiara, dan uang kontak. Petugas memerlukan waktu tiga hari untuk menghitung nilai aset tersebut.

BACA JUGA :  Pengusaha Khawatir Gempa Berlanjut dan Ganggu Ekonomi

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pernah mengatakan bahwa Rosmah memiliki kalung dan liontin berupa berlian merah jambu senilai US$27,3 juta atau sekitar Rp414 miliar.

Di luar uang kontan, tas dan perhiasan mewah yang disita aparat, Rosmah juga pernah diinterogasi aparat terkait dengan supelmen antipenuaan senilai US$240.000 atau sekitar Rp3,6 miliar, yang diduga dibeli dari “uang hasil penggelapan”.

Penelusuran Departemen Kehakiman AS menyebutkan bahwa setidaknya US$4,5 miliar dana 1MDB dicuri. Dana itu “diyakini dibersihkan melalui lembaga-lembaga keuangan di AS”. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.