Semarakkan HSN Ponpes Al-Kautsar Laksanakan Seminar Bersama KPAI

Santri dan santriwati Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Kota Tanjungpinang ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )
Santri dan santriwati Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Kota Tanjungpinang ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, santri dan santriwati Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar di Kp. Sidomulyo, RT. 02 RW. 13 Kel. Batu IX, Kec. Tanjungpinang Timur, ikut berpartisipasi dengan mengadakan seminar bersama KPAI, Rabu (21/10).

Kegiatan yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol Covid-19 ini dipandu oleh Dr. Lutfi Humaidi, S.I.Kom., M.Sc.

Dihadiri santri ustad dan ustadha Al-kautsar, masyarakat lingkungan pesantren, organisasi IPNU, IPPNU Kota Tanjungpinang, Fatayat NU Kota Tanjungpinang dan GP Ansor Kota Tanjungpinang.

Peringatan HSN tahun 2020 di Pesantren yang diasuh oleh KH. Muhammad Supeno bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan seminar pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Pengasuh Ponpes Al Kautsar KH Supeno bersama KPAI ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )
Pengasuh Ponpes Al Kautsar KH Supeno bersama KPAI ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )

Ketua KPAI, Dr. Susanto, MA yang hadir dalam acara tersebut memberikan selamat Hari Santri Nasional 2020, dirinya ingin seluruh santri yang ada di Pesantren Al-Kautsar tetap diberikan kesehatan oleh Allah Swt, di tengah wabah pandemi Covid-19 yang masih belum tahu kapan akan berakhir.

“Saya berdoa semua santri yang ada di Pesantren Al-Kautsar selalu diberikan kesehatan. Pesantren itu, lekat dengan kesederhanaan tapi kuat dalam pembentukan karakter anak untuk sebuah tujuan. Ada empat karakter yang lekat di pesantren yaitu kedisiplinan, kuat prinsip untuk suatu tujuan, toleransi dan kebijaksanaan,“ kata Susanto.

Sementara itu, Komisioner KPAI Bidang Pornografi dan Cyber Crime Hj Margaret Aliyatul Maimunah, M.Si yang ikut mendampingi Ketua KPAImemotivasi santri agar tidak minder menjadi santri, harus bangga menjadi santri karena santri itu hebat.

Di negeri ini profesi apa saja ada yang berasal dari alumni pesantren dan hasilnya tidak kalah dari sekolah yang berasal dari luar pesantren, syaratnya santri harus rajin belajar, berakhlak, beretika, bermoral, taat pada guru dan orang tua.

Margaret juga menyoroti terkait pemanfaatan gadget, menurutnya gadget tidak hanya memiliki dampak positif bagi anak, tetapi disisi lain memiliki dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.

Seiring dengan mudahnya akses anak terhadap gadget dan internet. Hal ini tentu saja menjadi perhatian penting bagi banyak pihak, khususnya orangtua. Bagaimanapun kendali orangtua sangat penting dalam pengawasan dan kontrol terhadap anak dalam penggunaan gadget

“Orang tua agar mengutamakan komunikasi dan diskusi, arahkan anak kepada hal positif serta bangun komitmen yang baik dengan anak dalam pengaturan penggunaan gadget maupun game online,” pungkas Margaret.

Bp Batam 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.