Sambut Hari Bakti Ke – 47, BP Batam Adakan Batam Open Archery Championship 2018

127
Bp Batam saat menggelar Konferensi Pers Batam Open Archery Championship 2018. (Foto. Handes)

HarianMemoKepri.com, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam selalu aktif menggelar berbagai kegiatan baik itu bertemakan sosial dan peduli kepada masyarakat ataupun tema yang sifatnya memberikan edukasi, Kamis, (18/10/2018).

Kali ini BP Batam dalam menyambut Hari Bakti ke-47 menggelar kegiatan di bidang Olahraga. Cabang olah raga panahan menjadi pilihan yakni kejuaraan Batam Open Archery Championship 2018.

Kejuaraan ini akan digelar selama 3 hari kedepan dimulai sejak tanggal 19-21 Oktober 2018.Ternyata kejuaraan panahan ini cukup diminati, terbukti jumlah peserta yang telah mendaftar sudah mencapai 462 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Budi Santoso sebagai Plt Direktur Promosi dan Humas saat ditemui awak media di Gedung BP Batam ruangan marketing center mengatakan bahwa antusias peserta yang akan mengikuti kejuraan ini terbilang cukup tinggi.”Berbagai Club memanah hingga peserta perorangan telah melakukan pendaftaran” terangnya.

“Dari data yang ada hingga malam ini, sudah capai 462 peserta yang turut ambil bagian. Mulai dari wilayah Provinsi Kepulauan Riau dan 29 daerah di Indonesia bahkan peserta dari luar negeri. Seperti Singapura, Malaysia, Vietnam serta Thailand,” tambah Budi.

BP Batam saat menggelar konferensi pers dalam rangka melaksanakan Batam Open Archery Championship 2018. (foto Handes)

Hal senada disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Feri Pamungkas yang menyebutkan kejuaraan Open Archery Championship akan digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal. Dan terbagi dalam 8 divisi yang akan diperlombakan.

Adapun divisi panahan yang akan diperlombakan yakni Standardbow 15 meter (SD putra dan Putri), Standardbow 20 meter (SMP putra dan putri), Standardbow 40 meter tingkat umum putra dan putri, Barebow 20 meter umum putra, Tradisional Horsebow (Ground Technique) 20 meter umum putra, Compound 50 meter Putra dan Putri, Recurve 70 meter putra dan putri standar FITA serta Piala Kepala BP Batam (Juara Umum) yang diperuntukkan bagi Club yang memperoleh medali paling banyak.

BACA JUGA :  PLN Batam Akan Memadamkan Listrik Kembali, Ini Jadwalnya

“Para peserta rata-rata merupakan atlet berprestasi dan profesional. Bahkan beberapa diantaranya pernah ikut di PON, Asian Games, Sea Games hingga Olympiade” ujar Feri.

Untuk pelaksanaan kejuaraan ini ,BP Batam menggandeng beberapa pihak. Di antaranya Pengurus Besar Persatuan Panah Indonesia (PB PERPANI), Divisi Perwasitan dan Perlombaan hingga Perpani Kota Batam.

Ibnu Marwata, Kabid Perwasitan dan Perlombaan Pengurus Pusat Perpani memberikan apresiasi pada BP Batam yang mana berdasarkan catatannya hanya kejuaraan kali ini yang mempertandingkan paling banyak divisinya dibandingkan kejuaraan lainnya.Dan Ibnu pun mengaku sangat bersyukur bisa dilibatkan dalam Batam Open Archery Championship 2018

“Sepanjang saya menjadi wasit, kejuaraan kali ini paling banyak divisi yang diperlombakan. Selain itu, ada pertandingan outdoor yang jadwalnya diperlombakan pada malam hari.Pengalaman kami, memang ada yang dilombakan malam hari karena hal-hal tertentu ataupun tertunda. Namun ini berbeda,memang sengaja ada pertandingan yang dijadwalkan pada malam hari,” jelasnya.

Secara keseluruhan Ibnu memandang, dengan kapasitas dan fasilitas yang sangat memadai dari BP Batam ini, sudah sangat layak dipercayakan untuk mengelar kejuaraan dengan level nasional. Bahkan bisa dimasukkan dalam kalender resminya PB Perpani.

Sementara itu, Ketua Umum Perpani Batam Dedek Herman menyampaikan apresiasinya yang sangat luar biasa kepada BP Batam.Dimana dalam hal ini mampu mengakomodir potensi-potensi yang ada, sementara selama ini pihaknya masih sangat sulit dalam menanganinya secara langsung.

“Kami sangat mengapresiasi BP Batam karena memberikan perhatian untuk mengakomodir potensi ini,” ucap Dedek. (Handes Silaban)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.