Rutan I Tanjungpinang Adakan Program Pembinaan Pra Integrasi WBP

Eri Erawan ketika berikan kata sambutan
Eri Erawan ketika berikan kata sambutan

Tanjungpinang – Rutan Kelas I Tanjungpinang mengadakan program pembinaan pra integrasi WBP Rutan Kelas I Tanjungpinang di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dan pemberdayaan klien pemasyarakatan yang di hadiri oleh Inspektorat Wilayah Kemenkumham I Icon Siregar, Ka Kanwil Kepri Saffar M Godam, Pimpinan Kantor Wilayah, Ka UPT Pengayoman Kepulauan Riau, Kamis (04/08).

Pembinaan narapidana merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam proses penegakan hukum. Sistem Pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat.

Eri erawan Ka. Rutan menyampaikan Kegiatan ini adalah upaya kita semua untuk melakukan pembinaan kepada WBP guna mewujudkan Warga Binaan yang unggul dan berkarakter sehingga memiliki nilai-nilai positif ketika kembali ke masyarakat.

“Pandemic covid-19 yang sudah terjadi sejak awal tahun 2020 tentu memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat indonesia. Untuk menangani dampak yang timbul serta menekan lajur penyebaran virus, pemerintah mengambil beberapa kebijakan salah satu dari kebijakan di bidang hukum dengan dikeluarkannya permenkumham no. 43 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas permenkumham nomor 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19. Permenkumham no. 43 tahun 2021 merupakan upaya hukum untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran covid-19 di tengah kondisi lapas dan rutan yang menampung tahanan dan narapidana melebihi kapasitas yang ada,” ujar Eri.

BACA JUGA :  Rahma Serahkan Paket Sembako dan Bingkisan Bagi RT RW yang Rayakan Imlek

Asimilasi di rumah dan reintegrasi sosial diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat, yaitu berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir aktif mengikuti program pembinaan dengan baik, dan telah menjalani satu per dua masa pidana.

Sejauh ini narapidana yang telah dikeluarkan berjumlah 113.818 dari 525 unit pelaksana teknis di lingkungan direktorat pemasyarakatan.

“Selama menjalani asimilasi di rumah dan reintegrasi sosial, narapidana diawasi oleh pembimbing kemasyarakatan dari balai pemasyarakatan dibantu dengan pihak kepolisian dan kejaksaan tempat narapidana tinggal. narapidana yang menjalani program asimilasi di rumah dan reintegrasi sosial wajib melakukan wajib lapor kepada pembimbing kemasyarakatan dalam kurun waktu tertentu,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini selaku Irwil I memberikan apresiasi kepada Rutan Kelas I Tanjungpinang atas inovasi dan terobosannya membuat Sarana Asimilasi dan Edukasi sebagai implementasi surat keputusan Direktur Jenderal pemasyarakatan kementerian hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia nomor pas-403.pk.01.04.04 tahun 2021 tentang penyelenggaraan sarana asimilasi dan edukasi di UPT pemasyarakatan.

BACA JUGA :  Konyol, Pakai Aksi Telanjang Bulat Biar Tak Terlihat Orang Saat Nyuri. Pas Ketahuan 'Pisang'nya Kena Tendangan Pinalti

“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita mempersiapkan warga binaan pemasyarakatan agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu Kakanwil Kepri Saffar M Godam berpesan kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk melaksanakan tugas dengan penuh integritas, bekerja dengan profesional dan ketulusan dengan terus berupaya untuk menjadikan Rutan Kelas I Tanjungpinang dan UPT pemasyarakatan se Kepri tetap dalam kondusif, aman, serta tidak melakukan perbuatan yang merusak nama baik institusi pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM pada umumnya.

“Pada kesempatan ini, saya atas nama jajaran Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah daerah dan seluruh instansi serta lembaga sosial terkait yang telah turut serta berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam melaksanakan tugas-tugas pemasyarakatan.Kegiatan program pembinaan pra – integrasi wbp rutan kelas i tanjungpinang di sarana asimilasi dan edukasi (sae) dan pemberdayaan klien pemasyarakatan dilingkungan masyarakat,” pungkas Saffar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.