oleh

Rumah Rusak Memprihatinkan, Warga Desa Linau Pertanyakan Program RTLH

Harianmemokepri.com| Lingga — Warga Desa Linau yang memiliki rumah rusak dan memprihatinkan menanyakan program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah.

Ketua RW 01 Sabrian (43) saat ditemui dikediamannya Kampung Hulu Dusun l Desa Linau, mengatakan bahwa program perehapan rumah atau RTLH tidak tersentuh khususnya di Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, pada Tahun Anggaran 2020, sementara untuk beberapa desa lainnya yang berada di Wilayah Kabupaten Lingga sedang dilaksanakan program tersebut.

“Salah satunya rumah kami pada saat ini kondisinya begitu memperihatinkan apalagi musim hujan dan angin, atap dan tiang rumah seperti mau roboh,” ungkap Sabrian pada harianmemokepri.com pada Rabu 5 Agustus 2020.

Menurut keterangan Sabrian, desa yang terdiri dari dua dusun dan 160 Kepala Keluarga itu baru sekitar 15 persen yang diikutkan dalam program RTLH, sementara untuk wilayah Dusun l Desa Linau sendiri masih terdapat kurang lebih 20 unit rumah yang perlu perehapan total.

“Beberapa desa seperti Musai, Tanjung Bungsu, Resun, Duara, Tanjung Mana, dan beberapa desa lainnya mendapatkan bantuan perehapan rumah, ini sangat terasa tidak adil sementara kami juga Warga Kabupaten Lingga yang juga harus diperhatikan,” pungkasnya.

Kondisi rumah Sabrian
Kondisi rumah Sabrian

Kepala Desa Linau Musdar mengatakan, realisasi RTLH warga Desa Linau di masa beliau menjabat baru terjadi satu kali, sementara pengiriman data lanjutan ke Kecamatan untuk warga yang belum mendapatkan bantuan sudah di lakukan dari dua tahun yang lalu, dan sampai saat ini memang belum ada perkembangan lanjutan.

“Pada hari ini kami sudah melakukan konsultasi dengan Kabid Perkim Pekerjaan Umum dan untuk sementara waktu kita menunggu kelanjutannya kemudian ini akan tetap kami upayakan bagi warga masyarakat yang belum mendapatkan bantuan rehap rumah di Desa Linau,” ucap Kades.

BACA JUGA :  Jelang Pilkada Tanjungpinang, AJI Tanjungpinang : Kami Harap Jurnalis Tanjungpinang Tidak Jadi Partisipatif Politik

Sementara itu Kepala Bidang Perumahan dan Wilayah Permukiman Pekerjaan Umum (PU) Syarifudin mengatakan bahwa realisasi perehapan rumah warga yang dilaksanakan saat ini di beberapa desa adalah melalui dana aspirasi dewan pusat yang dibantu fasilitasinya oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Untuk program perehapan rumah warga yang direalisasi saat ini posisinya kami hanya memfasilitasi yang pada intinya untuk sasaran, rumah, lokasi, dengan rumah penerima, itu pusat yang nentukan lansung sesuai dengan yang waktu kami ke Jakarta kemarin,” jelas Kabid Perkim saat ditemui harianmemokepri.com di Kantornya pada Kamis (06/08/2020) siang.

“Menganai data perumahan yang di Linau dan juga desa-desa lainnya itukan sudah masuk di kecamatan, dan kecamatan itu melalui operatornya sudah dikirim ke pusat, jadi artinya kita ini menunggu daftar tunggu untuk tahun berikutnya kalau ada bantuan perumahan,” lanjutnya.

“Dan Informasi yang saya dengar dari Dirjen Perumahan, bahwa untuk di Kabupaten Lingga sendiri masih 2.700 sekian unit lagi yang artinya kita berpeluang besar untuk dapatkan bantuan itu,” lanjutnya lagi.

“Dan untuk hal ini tetap tidak henti-hentinya kita akan usulkan, yang kita usulkan itu tidak sedikit dari 600, 800, hingga 1000 unit,” tutup Kabid.

Bp Batam 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.