Rudenim, IOM dan UNHCR Cari Keberadaan Hussain Imigran Asal Afghanistan

Yang Bersangkutan Sebelumnya Pernah Dilakukan Rehab Karena Ketergantungan Obat

Sony Septian Kasie Bidang Keamanan Rudenim Tanjungpinang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )
Sony Septian Kasie Bidang Keamanan Rudenim Tanjungpinang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )

Tanjungpinang – Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan lalu lintas dimana seorang warga imigran asal Afghanistan menabrak tiga unit sepeda motor yang sedang terparkir di depan Bengkel 21 Jalan Gatot Subroto Km 5 Bawah.

Warga imigran asal Afghanistan bernama Hussain diketahui sedang dipengaruhi minuman beralkohol saat berkendara dari arah Km 5 menuju simpang Perla Km 4.

Oleh karenanya saat ini dari pihak Rudenim Pusat ( Rumah Detensi Imigrasi) Kota Tanjungpinang dan pihak IOM sedang melakukan pencarian keberadaan Hussain atas peristiwa tersebut.

Sony Septiadi Kasie Bidang Pengamanan Rudenim Pusat Tanjungpinang mengatakan bahwa yang bersangkutan sebelumnya sempat dilakukan rehab oleh IOM karena ketergantungan obat akibat tekanan jiwa.

BACA JUGA :  Dishub Lingga Akan Realisasikan Pembangunan Pelabuhan Desa Linau

“Berbicara mengendarai motor itu sebenarnya tidak boleh jika tidak memiliki SIM, termasuk kita sebagai warga negara Indonesia kalau tidak memiliki SIM tentu tidak di izinkan membawa kendaraan,” jelasnya, Rabu ( 27/07 ).

Para Imigran asal Afghanistan tersebut, Lanjut Sony, dulunya pernah berada di Rudenim sebelum adanya Perpres 2014, semenjak ada Perpres status mereka menjadi pengungsi makanya mereka di tempatkan di Hotel Bhadra Kabupaten Bintan.

“Padahal dari kita sendiri sudah sering berikan teguran kepada mereka jangan bikin masalah, kami juga mengingatkan kepada mereka tentang pernikahan siri setelah hari raya idul adha kemarin. Untuk para pengungsi sendiri diperbolehkan keluar jadi mereka ini sudah seperti keluarga walaupun diperbolehkan keluar tetap dalam pantauan dari Rudenim,” terang Sony.

BACA JUGA :  Tuntut Sertifikat Tanahnya Dikembalikan, Ratusan Warga Linau Ancam Demo ke Istana

Sebenarnya para pengungsi pernah diberikan pelatihan ketrampilan seperti kick boxing hingga menjadi pelatih serta ketrampilan lainnya. Pihak Rudenim juga berharap kepada UNHCR ( United Nations High Commissioner For Refugees ) / Komisioner Tinggi PBB dan IOM untuk terus memantau perkembangan para pengungsi.

“Harapannya agar pihak IOM dan UNHCR sebagai fasilitator mereka agar melakukan terapi psikologis, kesehatan serta edukasi kepada mereka. Karena dulu di Rudenim sendiri ada program rekreasi bagi mereka agar tidak jenuh,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.