,

RSUP Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri Diduga Teledor, Pasca Operasi Alat Pencuci Darah Tertinggal Dalam Tubuh Pasien

oleh
Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri (dok. batampos )

HARIAN MEMO KEPRI, TANJUNGPINANG – Tenaga Medis Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri lagi lagi menjadi sorotan Media Masa. Salah satu pasien Alfonso Peter Situmeang mengalami kritis setelah menjalani operasi di RSUP Raja ahmad Tabib Pinang. Kamis (02/11/2017).

Menurut keterangan salah satu keluarga pasien mengatakan, bahwa pada tanggal 18 oktober 2017 Alfonso Peter bersama Istrinya Br Sinaga pergi ke RSUP RAT untuk Chek Up rutin mengenai penyakit ginjal yang di deritanya.

Usai pemeriksaan yang dilakukan oleh Dr Fitri Ashadi, Alfonso langsung melakukan cuci darah sesuai dengan keputusan Dokter.  Alfonso dan pihak keluarga menyetujui keputusan dari Dokter demi untuk kesembuhan dirinya, operasi cuci darah langsung ditangani oleh Dr Fitri Ashadi di RSUP RAT Pinang. Namun setelah operasi cuci darah Alfonso selesai, kondisinya justru semakin lemah dan terlihat semakin kritis.

Mengenai insiden ini, pasien dan istrinya sama sekali tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi mengenai lemah dan kritisnya korban setelah di operasi.

Kondisi pasien ( dok, silabusnews )

Mereka baru mengetahui setelah pada tanggal 1 november 2017 pihak Dokter menyampaikan pada istri pasien kalau pasien harus segera di rujuk ke Rumah Sakit Batam, demi kesembuhan suaminya istri pasien Br Sinaga mengikuti arahan Dokter.