Rolak 70 Gude, Peninggalan Bersejarah Kolonial Belanda

bendung gude, gudo, kabupaten jombang, (foto : eliyas yahya/ jombang.harianmemokepri.com
bendung gude, gudo, kabupaten jombang, (foto : eliyas yahya/ jombang.harianmemokepri.com

Info Dunia — Rolak 70 adalah sebutan sebuah kawasan bekas Bendungan Sungai Konto yang saat ini sebagian wilayahnya masuk wilayah Kabupaten Jombang.

Bendungan ini dibangun pada jaman penjajahan Belanda untuk mengaliri perkebunan tebu di Wilayah Kecamatan Gudo Jombang.

Rolak 70 Gude merupakan sebuah bendungan yang di bangun masa pemerintahan Kolonial Belanda, bedungan ini berada di aliran lahar dingin Gunung Kelud Kediri.

Bangunnya terlihat masih kokoh, struktur bangunan menunjukkan betapa kualitas bangunan pada zaman itu sangatlah bagus.

BACA JUGA :  Tanam 500 pohon di DTA, BP Batam dan Jasa Raharja Kompak Hijaukan Batam

Bendungan Rolak 70 Gude ini digunakan sebagai irigasi untuk mengairi areal persawahan masyarakat dan warga tionghoa yang kala itu menanam tebu.

Beragam cerita masyarakat munculnya pabrik gula di wilayah Kabupaten Jombang karena etnis tionghoa kala itu banyak yang menanam tebu.

Pada era penjajahan Belanda, Rolak 70 merupakan bendungan terbesar di Sungai Konto.

Dari pintu air sebanyak 70 buah itu, mengalir irigasi ke berbagai penjuru. Belakangan, karena debit air Sungai Konto yang terus mengecil, aliran sungai tidak sampai di bendungan. Jadilah Rolak 70 mangkrak.

BACA JUGA :  12 Pasangan Mesum Terjaring Satpol PP

Nama Rolak 70 sendiri diambil dari jumlah menara penggerek pintu air yang berjumlah tujuh puluh.

Bendungan yang memiliki ketinggian sekitar dua meter dari permukaan air tersebut dibangun untuk mengaliri perkebunan tebu di wilayah Kecamatan Gudo kala itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.