Ratusan Mahasiswa Kembali Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur

Para mahasiswa yang melakukan Unras di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau ( Foto :Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )
Para Mahasiswa yang melakukan Unras di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang – Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait Undan-undang Omnibus Law dan Cipta Kerja, kali ini massa mahasiswa mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau di Dompak, Rabu (21/10).

Tim gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP serta Dishub telah bersiaga sejak pukul 10 pagi hingga sore hari. Terpantau sebelum ke Kantor Gubernur massa mahasiswa melakukan aksinya terlebih dahulu di Kantor DPRD Provinsi Kepri.

Mahasiswa meminta PJS Gubernur Provinsi Kepri untuk turun dihadapan pendemo, namun sayangnya PJS Gubernur Kepri tidak berada di tempat. Meskipun begitu mahasiswa tetap melakukan orasinya di depan aparat keamanan.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando Sik Memberikan Penjelasan Kepada Mahasiswa ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )
Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando Sik Memberikan Penjelasan Kepada Mahasiswa ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )

Saat Unras berlangsung, puluhan mahasiswa yang menyusul aksi terlihat menimbulkan kericuhan, hal ini berlangsung sekitar lima menit dan langsung dapat diredam oleh anggota Brimob Polda Kepri serta Anggota Polres Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando Sik mengatakan bahwa informasi dari para tokoh masyarakat sebelumnya tidak ada aksi demo seperti ini, aspirasi sudah disampaikan oleh mahasiswa dan sudah diliput oleh media, bahkan telah di dengar sampai nasional,”Itu merupakan suatu hal yang positif dari para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi rakyat,” ucapnya.

Aksi Mahasiswa Melakukan orasinya depan Pihak Keamanan ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com.)
Aksi Mahasiswa Melakukan orasinya depan aparat keamanan ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )

“Tetapi perlu saya sampaikan bahwasanya saya memahami kondisi Gubernur dikarenakan beliau seorang PJ yang tidak mempunyai keputusan yang strategis, beliau hanya melaksanakan tugas sementara sehingga satu titik yang beliau coret, satu kata yang diungkapan itu menjadi hukum bagi beliau, oleh karena itu saya minta kepada mahasiswa apa yang sudah menyampaikan aspirasi pada sore ini beliau sudah mendengar, tetapi lebih tepatnya mahasiswa menyampaikan kepada legislatif yang membuat Undang-undang ini,” lanjut Kapolres.

“Saya membuat rencana akan datang ke kampus untuk memberikan informasi Kamtibmas serta mendengar aspirasi para mahasiswa, saya warga baru di Tanjungpinang harus banyak belajar dan beradaptasi bagaimana caranya kita membuat masyarakat yang aman dan tertib, kita minta tolong kepada mahasiswa agar Tanjungpinang ini bisa aman tertib dan damai dengan aksi seperti masyarakat sipil merasa tidak aman,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolres Tanjungpinang, para mahasiswa tidak langsung membubarkan diri melainkan tetap melakukan orasinya di gerbang pintu masuk Kantor Gubernur Provinsi Kepri dengan dikawal ketat.

Bp Batam 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.