Beranda Berita Kepri Rapat Paripurna DPRD Natuna, Pidato Pengantar Nota Keuangan dan RAPBD Tahun 2020

Rapat Paripurna DPRD Natuna, Pidato Pengantar Nota Keuangan dan RAPBD Tahun 2020

Harian Memo Kepri | Natuna – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2020 di Paripurna DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Batu Hitam, Kamis (02/08/2019) 14.15 Wib.

Rapat paripurna DPRD Natuna dipimpin Wakil Ketua I, Hadi Candra, S.Sos didampingi Wakil Ketua II, Daeng Amhar, SE.MM, dan di hadiri sejumlah anggota DPRD Natuna.

Dalam Pidato Pengantar Nota Keuangan RAPBD Tahun 2020, Ngesti memaparkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hakekatnya dipakai sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat.

Belanja daerah Tahun Anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp. 1,35 Triliun terdiri dari Belanja langsung dan tidak langsung. Belanja tidak langsung digunakan untuk Belanja pegawai dan tunjangan serta transfers ke desa sesuai dengan ketentuan diamanatkan dalam Peraturan perundang-undangan.

Untuk Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 10 persen, belanja fungsi pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, Belanja insfrastruktur sebesar 25 persen, ungkapnya.

Ngesti juga menjelaskan dalam struktur APBD tercermin kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan potensi dan sumber-sumber kekayaan daerah. Kualitas APBD dan keberpihakan alokasi harus pro Rakyat dalam arti pengelolaan Keuangan daerah harus memberikan mamfaat serta dirasakan semaksimal mungkin untuk masyarakat.

Dia mengatakan komposisi APBD Natuna masih didominasi oleh Dana transfers pemerintah pusat hampir 91,87 persen dan transfers pemerintah Provinsi Kepri sebesar 4,14 persen.

Rincian APBD TA 2020 yakni, pendapatan pada Tahun Anggaran 2020 terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggarkan Rp. 50,45 M, bersumber dari pajak daerah, retribusi, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah.

Dana perimbangan dianggarkan sebesar Rp. 1 Triliun dengan rincian dana bagi hasil pajak dianggarkan sebesar Rp. 57,76 M, Dana bagi hasil bukan pajak sebesar Rp. 364,82 M, Dana Alokasi Umum (DAU) dianggarkan sebesar Rp. 411,09 M, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dianggarkan sebesar Rp. 167,66 M, lain-lain Pendapatan yang sah dianggarkan sebesar Rp.165,41 M, Hibah Dana Bos Rp.11,25 M.

Dana bagi hasil pajak dari Provinsi Kepri sebesar Rp.48,56 M, Dana desa Rp 69,99 M, dan Dana insentif daerah sebesar Rp.35,60 M, jelas Ngesti.

Diakhir pidatonya dia berharap agar RAPBD 2020 bisa dibahas tepat waktu dan mendapat persetujuan serta ditetapkan menjadi Peraturan daerah, pungkasnya.

Hadir dalam sidang Paripurna DPRD, Sekda Natuna Wan Siswandi, FKPD, dan sejumlah OPD, Camat serta para tokoh masyarakat.

Penulis | Salohot

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.