oleh

Puluhan Kapal Ikan Luar Daerah dan Aksi HNSI Anambas, ini Kejelasannya

Harianmemokepri.com | Anambas — Puluhan Kapal Ikan luar Daerah Anambas (Kapal Pukat Mayang dan Kapal Cantrang) yang berlabuh di depan laut Tanjung Pedas (Tarempa), memacing amarah Nelayan Lokal, sontak Nelayan yang tergabung dalam HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas berbondong-bondong ke laut mendekati kapal tersebut mengunakan pompong masing-masing.

Data terhimpun puluhan kapal yang berlabuh tersebut, berkumpul diakibatkan karena salah satu kapal dari mereka, yaitu KM. Segaran pada 15 September 2020 kemarin, yang ditangkap oleh Nelayan Lokal di Kecamatan Kute Siantan dan Palmatak menyita alat tangkap berupa Jaring yang diduga kapal tersebut melanggar izin zona tangkap wilayah perairan Kepulauan Anambas.

Sementara itu, aksi yang dilakukan oleh HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas berbondong-bondong ke laut tersebut, meminta Kapal Pukat Mayang dan Kapal Cantrang tersebut agar bergeser dan menjauhi wilayah perairan Kepulauan Anambas.

“Kami merasa kedatangan kapal itu dengan jumlah yang banyak, kami anggap mereka ingin menyerang masyarakat nelayan disini. Kalau pun mereka ingin berkoordinasi, tidak masalah kami welcome, tapi jangan datang dengan jumlah sebanyak gini. Itu yang menjadi permasalahan saat ini,” ujar Wakil Ketua HNSI KKA kepada sejumlah awak media selepas dari laut, Rabu (16/09/2020).

HNSI Anambas saat Lakukan Unjuk Rasa di Taman Bermadah (Foto | Pinni/Harianmemokepri.com)
HNSI Anambas saat Lakukan Unjuk Rasa di Taman Bermadah (Foto | Pinni/Harianmemokepri.com)

Setelah melakukan aksi di laut, HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas melanjutkan unjuk rasa di Taman Bermadah Kelurahan Tarempa, Jalan Iman Bonjol. Masa tersebut sempat menduduki Rumah Dinas Bupati Kepulauan Anambas.

Unjuk rasa di Taman Bermadah yang dijaga ketat dari pihak keamanan TNI Polri serta Satpol PP itu, menyampaikan keresahan Nelayan Lokal terhadap kapal Pukat Mayang dan Kapal Cantrang yang saat ini berada di depan laut Tanjung Pedas tempatnya di depan laut Tarempa.

Setelah hampir dua jam berdialog antara unjuk rasa HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas dengan Pemerintah Daerah. Menyepakati dengan Surat Pernyataan oleh Bupati Kepulauan Anambas.

Surat pernyataan tersebut disepakati oleh Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH, Ketua DPRD KKA, Hasnidar, Ketua Harian HNSI, M. Yusuf dan Sekretaris HNSI KKA, Dedi Syahputra. S.IP dengan mengetahui oleh Danlanal Tarempa, Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan. M.Tr.Hanla, M.M, Wakapolres Kepulauan Anambas, Kompol Sukmayadi, A.Md dan Danramil 02 Tarempa, Pelda Wamada S.

Setelah meneken surat kenyataan, Bupati Abdul Haris membacakan surat tersebut ke seluruh unjuk rasa saat itu. Yaitu, Bupati Kepulauan Anambas bersama dengan masyarakat seluruh Kabupaten Kepulauan Anambas menolak beroperasinya kapal pukat mayang (pursaine) dan kapal cantrang di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku dan kearifan lokal.

Boleh berlabuh jikalau yang menyangkut dengan kemanusiaan atau emergency saat melintas dengan catatan, Jaring dalam keadaan terbungkus dan melapor pada call center yang akan di tentukan.

Setelah Bupati Kepulauan Anambas, membaca surat pernyataan tersebut, masa mulai beransur membubarkan diri yang di arahkan oleh Ketua Harian HNSI, M. Yusuf mengatakan bahwa saat ini Kapal-kapal tersebut untuk sementara tetap berlabuh di laut antang sampai waktu yang ditentukan.

Bp Batam 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.