PT Panca Rasa Dilaporkan ke Pihak Berwajib, Diduga Membuang Limbah B3 di Lingkungan Masyarakat

waktu baca 3 menit
Jumat, 18 Nov 2022 15:47 0 8 Indra Priyadi

Tanjungpinang – Warga Km 8 Kelurahan Air Raja dikeluhkan dengan adanya masalah pembuangan limbah dari PT Panca Rasa dengan mengeluarkan aroma tidak sedap dan beracun.

Diketahui bahwa masalah pembuangan limbah ini sudah sejak tahun 2018, namun belum ada solusi yang diberikan oleh pihak PT bahkan ratusan kepala keluarga mengalami dampak dialiri limbah.

Oleh karenanya pihak DLH, Lurah Air Raja, RW dan RT mendatangi Polresta Tanjungpinang untuk melaporkan kejadian tersebut agar segera ditindak dan mendapatkan solusi.

Kedatangan rombongan tersebut diterima langsung oleh Wakapolresta Tanjungpinang AKBP Arif Robby Rahman. SH

Muklis Basyir selaku Ketua RW 8, Kilometer 8 Kelurahan Air Raja mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu warga mengambil gambar air mengalir yang berwarna hitam dan berbau diduga pembuangan limbah B3 yaitu berwarna, berbau dan beracun.

Muklis juga menyampaikan, masalah limbah PT Panca Rasa sudah lama sekali sejak tahun 2018 pembuangan limbah sudah berlangsung, namung hilang timbul dan ketika ada permasalahan akan selesai dalam beberapa hari.

Kemudian dalam beberapa bulan nanti akan muncul kembali, yang jelas limbah jatuh berwarna hitam mengalir di perairan rumah rumah warga sekitarnya.

“Jelas itu sudah kena unsur-unsur, karena memang limbah itu berbau dan kemudian berwarna hitam sekali seperti oli hasil pertemuan dan pengakuan dari pada pihak perusahaan dalam hal ini dilakukan oleh direktur berapa kali pertemuan. Beliau mengatakan itu adalah limbah kecap dari perusahaan Panca Rasa. Beberapa warga yang terdampak di RW 8 itu ada 300 lebih kepala keluarga jadi mengaliri di belakang belakang rumah warga,” terangnya saat dijumpai media di Mapolresta Tanjungpinang, Jumat (18/11 ) .

Muklis melanjutkan, Air limbah yang mengalir dari sisi parit yang mengaliri warga digunakan untuk beraktivitas sebagian warga, anak-anak juga sering bermain disaat Air tinggi atau pasang anak-anak juga suka berenang.

“Kita sudah melaporkan ke pihak DLH dan sudah beberapa kali mengambil sampel itu. Baru semalam jadi memang jujur saya sedikit agak kecewa. Terus terang dalam hal ini dilihat dulu pernah saya sempat agak marah juga karena alasan pengambilan sampel yang diambil tidak sesuai prosedur,” ujarnya.

Masih kata Muklis, modus pihak perusahaan yang mereka lakukan selama ini jika ada keluhan warga langsung datangkan air tangki untuk menyiram.

Dan diketahui tempat muara dibalik itu dialiri sumber air yang banyak ada dua arah, pertama dari arah RW 1 dekat wisma pesona, dan dekat Asrama Polisi.

Aliran yang mengalir menjadi tempat bermuaranya air limbah selalu dibawa air. Berdasarkan petunjuk langsung dari Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma agar masalah ini segera di laporksn agar nanti pihak terkait bisa menindaklanjuti.

“Kurang pasti apa saja yang diproduksi pabrik tersebut yang kami ketahui produk kecap, minum minuman, teh dan indomie merek prendjak. Karena kita tidak pernah diajak untuk berdiskusi jadi kita nggak tahu tapi yang kami tahu yang jelas kecap merek prendjak itu aja selebihnya kita kurang jelas berapa banyak yang pasti banyak produk,” ucapnya.

Sementara Lurah Air Raja Ibnu Roji mengatakan, karena masalah ini sudah menjadi titik jenuh bagi masyarakat dan karena sudah sekian kalinya laporan dalam satu tahun itu bahkan sudah melaksanakan kegiatan dari pabrik yang menyalahi aturan dan dilihat dari substansi pada kegiatan pabrik yaitu membuang suatu cairan diduga cairan tersebut merupakan limbah.

“Kami berharap dari pihak owner yaitu Bandi agar bisa memberikan apa solusi yang baik. Dan pengakuan dari DLH Kota Tanjungpinang hingga kini belum ada tempat penampungan air limbah sehingga bisa keluar menjadi air yang netral. Jadi kami mengharapkan pemerintah memutuskan yang terbaik agar tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

harian tni kepri

revisi iklan dan medsos

post 1080x1080
whatsapp image 2022 11 18 at 11.27.52

Smsi Group