Prostitusi Berkedok Massage Diduga Tumbuh Subur di Batu Aji

205
Ilustrasi Massage (istimewa)

Kepri HMK, Batam – Pertumbuhan prostitusi berkedok massage ( panti pijat ) di Kota Batam sudah mengkhawatirkan, hal ini seolah tidak terbantahkan ketika masyarakat mulai mengaku merasa resah akan menjamurnya usaha yang digemari kebanyakan kaum lelaki ini.

Dilansir dari HMStimes, salah satu tempat usaha pijat ini berada di Kecamatan Batu Aji, betebaran di daerah Kelurahan Bukit Tempayan disekitar ruko Waheng Center dan di areal pusat perbelanjaan Mitra Mall.

Wilda, salah satu warga yang merasa diresahkan oleh usaha message ini mengatakan, bukan hanya buka hingga dini hari saja, suara musik yang volumenya diatas rata-rata juga sangat mengganggu istirahat warga sekitar.

“Keberadaan Massage ini sangat mengganggu, mereka biasa memutar musik hingga dini hari saat warga sedang  beristirahat,” kata Wilda.

Wilda menambahkan, dirinya juga merasa takut kalau banyak rumah tangga akan hancur karena pertikaian istri dengan suami yang tergoda oleh wanita yang berpakaian minim di lokasi massage itu.

“Saya sebagai ibu rumah tangga juga merasa khawatir, jika para suami tergoda dengan para wanita yang berpakaian seksi di tempat message itu bang,” ujar Hilda.

Bukan hanya itu saja, menurut Hilda , ada yang lebih membuatnya merasa risih dan resah, yaitu ketika diketahui bahwa para wanita yang berada di lokasi massage sudah berani memanggil para pria yang melintas.

“Sekarang mereka sudah lebih berani memanggil-manggil setiap pria yang lewat disekitar lokasi,” ucap Wilda.

Ditempat terpisah, Lurah Bukit Tempayan Syahrul Bahkry memberikan penjelasan bahwa usaha massage di wilayahnya sudah mengantongi ijin.

”Massage yang berada disekitar ruko Waheng center kebanyakan sudah memiliki izin yang dikeluarkan oleh BPM PTSP, dan terkait adanya dugaan praktek prostitusi di dalamnya, kita sudah lakukan pengawasan dengan instansi terkait, jadi kalau mau lebih jelas silahkan koordinasi ke mereka,” terang Syahrul.

BACA JUGA :  Balita Diperkosa, Pelaku Ditangkap saat Mabuk

Syahrul menambahkan, terkait penindakan usaha Massage yang menyalahi aturan, pihaknya sudah pernah melayangkan surat ke dinas terkait, juga ke Satpol PP.

“Terkait tanggapan surat yang dilayangkan ke DPM PTSP maupun Satpol PP, silahkan langsung menanyakan ke Kecamatan,” tutur Syahrul. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.