Prediksi Ghost Fleet, Dua Mantan Panglima TNI Djoko Santoso dan Gatot Nurmantyo Katakan Itu Prediksi Militer dan Kemungkinan Bisa Lebih Cepat Terjadi

0
Mantan Panglima TNI , Jendral TNI (Purn) Djoko Santoso (foto : ist)

HarianMemoKepri.com, Nasional – Dua mantan Panglima TNI Jenderal TNI  (Purn) Djoko Santoso dan Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan pidato ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, soal Indonesia bubar pada 2030 adalah prediksi militer. Djoko menyebut hal itu biasa dalam dunia militer dan merupakan hal yang perlu diwaspadai juga dibidang intelijen strategis, Rabu, (28/3).

Meski Ketum Partai Gerindra mengutip dari Buku Ghost Fleet (Armada Hantu-red) yang penulisnya merupakan ahli pengamat intelijen strategis mengungkapkan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 mendatang.

“Sebenarnya itu satu hal biasa di dalam kehidupan militer, yaitu membuat prediksi-prediksi, dan prediksi militer pasti yang paling berat. Pak Prabowo itu membaca literatur dari para ahli Asia Tenggara, buku apa gitu. Itu sudah sering kok, bahwa 2030 terjadi perang besar,” ucap Djoko.

Djoko kemudian mengajak masyarakat menyikapi pidato Prabowo dengan positif. Djoko menganggap prediksi Indonesia bubar pada 2030 sebagai peringatan agar Indonesia waspada terhadap kemungkinan terburuk.

“Kami tanggapi saja itu dengan pikiran yang positif, bahwa itu satu warning. Agar kita waspada, jangan sampai lengah. Kata Jenderal Soedirman, ‘Kita harus waspada, jangan sampai lengah. Lengah akan menimbulkan kelemahan, dan kelemahan akan mengakibatkan kekalahan. Dan kekalahan akan mengakibatkan penderitaan,'” ungkap Djoko.

Menurut Djoko, masyarakat tak perlu gaduh dengan pidato Prabowo tersebut. “Kalau menurut saya, nggak usah gaduh-gaduhlah,” sambung dia.

Sementara itu, Jendral TNI Gatot Nurmantyo juga berpendapat bahwa prediksi tersebut akan terjadi lebih cepat apabila kepastian hukum makin lemah, krisis ekonomi dan sosial makin mengancam, kesenjangan makin terbuka, sumber daya alam banyak dikuasai asing, dan lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Gatot melihat hal itu dalam konteks pertahanan dan keamanan negara.

“Jadi mari kita tanggapi dengan positif. Ini peringatan buat anak bangsa. Kita harus bisa bersatu dan semakin kuat, dan itu bisa saja terjadi dengan cepat,” kata Gatot. (Red/CNN/detiknews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.