Polri: Tersangka Teroris Makassar Sempat Baiat di Markas FPI

POPULER HARI INI

Jakarta — Polri mengungkapkan bahwa tersangka teroris yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3) kemarin sempat melakukan baiat di markas ormas Front Pembela Islam (FPI) yang kini menjadi organisasi terlarang.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa hal tersebut terungkap berdasarkan peran dari empat tersangka yang ditangkap di wilayah Makassar pasca insiden ledakan terjadi.

“Hasil interogasi dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap satu AS alias EKA alias AR, dimana perannya adalah ikut dalam perencanaan, mengikuti kejadian di Villa Mutiara, kemudian telah berbaiat di markas FPI yang merupakan markas organisasi yang sekarang sudah terlarang,” kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/3).

Dia menjelaskan bahwa aksi baiat itu dipimpin oleh seorang Ustaz yang bernama Basri. Namun demikian, Ramadhan tak merinci lebih lanjut mengenai waktu dan alamat markas tempat baiat.

“Kemudian, tersangka Andre alias AN yang sama juga mengikuti perihal perencanaan, mengikuti kajian dan juga mengikuti baiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi,” tambahnya.

Dari tiga tersangka lain, Ramadhan pun mengungkapkan peran serupa. Mereka sama-sama melakukan baiat di Markas FPI. Bahkan, salah seorang tersangka berinisial R ikut melakukan survei untuk menentukan titik aksi amaliyah itu.

“Artinya sudah direncanakan titik dilakukannya aksi amaliyah bunuh diri tersebut,” ucap dia.

Dua hari pasca ledakan, polisi masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan teroris di wilayah Makassar itu. Kata dia, saat ini telah bertambah tiga tersangka baru yang diringkus oleh polisi karena terkait dengan bom bunuh diri oleh pasangan suami istri tersebut.

Diketahui, aksi bom bunuh diri itu dilakukan oleh anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

BACA JUGA :  Lembaga Perlindungan Konsumen Rajawali Kepri Siap Tangani Masalah Perlindungan Konsumen Di Tanjungpinang Dan Bintan
BACA JUGA :  Wah, Ustadz Somad Safari Dakwah Keliling Bintan. Yuk Simak Agenda Beliau

Dilaporkan hingga sore tercatat 20 korban luka termasuk petugas gereja dan jemaat. Puluhan korban menderita luka berat, sedang dan, ringan.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi eks anggota tim hukum FPI untuk mengklarifikasi keterangan Mabes Polri. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dari mereka.

Sebelumnya, eks tim hukum FPI Achmad Michdan telah merespons soal temuan seragam dan buku FPI dalam penggerebekan terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi.

Michdan menilai pelbagai atribut berlogo FPI banyak beredar di publik selama ini. Ia mengatakan seharusnya kepolisian bisa membuktikan terduga teroris tersebut merupakan anggota FPI atau bukan ketimbang membeberkan temuan soal atribut.

“Kalau berkaitan dengan atribut-atribut itu kan biasa banyak beredar di publik ya, di tempat umum. Kalau [identifikasi] anggota FPI kan gampang, punya kartu keanggotaan,” kata Michdan.

Sumber: cnnindonesia.com

 


 



Bp Batam 2020banner dprd 2021Banner Pemko Tanjungpinang 2020

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img
spot_img