Pohon Asam Berusia Puluhan Tahun Tumbang Akibat Angin Kencang

Sudah Kedua Kalinya Terjadi Pohon Tumbang, Belum Ada Tindak Lanjut Dari Dinas Perkim

Pihak BPBD evakuasi pohon asam berusia puluhan tahun
Pihak BPBD evakuasi pohon asam berusia puluhan tahun

Tanjungpinang – Sebuah pohon asam berusia puluhan tahun tumbang di halaman SDN 008 Tanjungpinang Kota, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Senin ( 01/08 ) pagi

Atas peristiwa tersebut, aktivitas sekolah menjadi terhambat sampai harus menunggu di evakuasi pohon asam yang tumbang berukuran sangat besar itu. Beruntung tidak korban jiwa serta hampir mengenai bangunan sekolah

Prayoga selaku Kasi Rekontruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Tanjungpinang menyampaikan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 06:00 pagi sekitar 30 kemudian atau pukul 06:30 tim langsung melakukan evakuasi.

“Penyebab kejadian tingginya curah hujan dan disertai angin yang kencang sehingga pohon tumbang dan harus dievakuasi. Sarana dan prasarana Anggota TRC BPB turun menggunakan 1 unit armada Mobil Rangger dan 2 alat chainsaw,” ujar Yoga melalui WhatsApp.

BACA JUGA :  Celoteh Anak Pulau, Komedian Asal Jakarta Jadi Dewan Juri

Yoga juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati mengingat dalam beberapa hari kedepan cuaca yang kurang bersahabat.

“Memang beberapa hari ini cuaca agak kurang kondusif bg.Kami menghimbau kepada masyarakat kemungkinan dalam beberapa hari ke depan akan terjadi hujan disertai angin kencang,terutama kepada masyarakat yang beraktifitas di luar rumah agar lebih berhati-hati dan apabila masyarakat mengetahui adanya hal yang terkait kebencanaan dapat menghubungi kami di CALL Centre BPBD (0771) 20949,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Gelar Pelatihan Dakhura

Diketahui peristiwa pohon tumbang di SDN 008 ini sudah kedua kalinya dan sudah sering mengirimkan surat pemberitahuan kepada Dinas Perkim Kota Tanjungpinang namun tidak ada tindak lanjutnya.

“Tadi kami terpaksa meminta bantuan truck ke Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) melalui pak lurah untuk mengangkat puing-puing pepohonan. Sementara dari Perkim sendiri beralasan tidak ada BBM,” ujar salah seorang pihak sekolah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.