oleh

Pjs Gubernur Provinsi Kepri Tinjau RSUP RAT

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang – Pejabat Sementara Gubernur Provinsi Kepulauan Riau beserta  Rombongan mengunjungi Rumah Sakit Umum Provinsi Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Kamis ( 15/10/2020 ).

Pada kunjungan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau TS Arief Fadillah, Plh Asisten I, Plh Asisten II, Asisten III Direktur RSUP  RAT, Kadis Kesehatan, Kaban Barenlitbang Provinsi Kepri.

Dr, dr H,A, Yusmanedi MMRS, Sp, EM selaku Plt Direktur RSUP RAT menjelaskan, RSUD RAT sebagai rumah sakit rujukan provinsi sesuai keputusan Dirjen BUK No H. 02.03 / I / 0363 / 2015 tanggal 13 februari 2015 sebagai RS Rujukan covid 19 sesuai dengan keputusan KMK no HK. 01.07 / Menkes / 169 / 2020 tentang penetapan rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu.

Pjs Gubernur Provinsi Kepri Dr Drs Bahctiar Baharuddin Msi Ketika Memberikan Arahan ( Foto : Indrapriyadi / Harianmemokepri.com )
Pjs Gubernur Provinsi Kepri Dr Drs Bahctiar Baharuddin Msi Ketika Memberikan Arahan ( Foto : Indrapriyadi/Harianmemokepri.com )

Dr Yusmanedi menjabarkan, data Covid 19 per tanggal 14 Oktober 2020 diantaranya ruang mawar sebanyak 13 pasien (7 pasien yang positif dan 6 pasien yang suspek ), ruang melati 9 pasien ( 6 pasien yang positif dan 3 pasien yang suspek) dan rumah singgah 3 pasien yang positif, sementara jumlah pasien rawat inap  sebanyak 490 orang.

Sementara itu, Pejabat Sementara Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Dr Drs Bahctiar Baharuddin Msi menegaskan bahwa rumah sakit bukan jabatan politik melainkan harus memiliki netralitas dalam pelayanan kesehatan, oleh karena itu siapapun yang masuk harus dilayani, jangan sampai tidak, karena rumah sakit memiliki prosedur dan SOP yang sudah ditentukan.

“Netralitas pelayanan kesehatan harus kita jaga, tugas para medis adalah melayani manusia dalam bidang kesehatan bahkan warga di luar Kepri pun harus dilayani dengan baik,. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang dimiliki oleh Provinsi Kepulauan Riau, rumah sakit ini walaupun dengan segenap keterbatasannya tidak mengurangi semangat seluruh tenaga medis dalam bekerja,” lanjut Bahctiar.

BACA JUGA :  Penjual Bakso Digiring Polisi Usai Perkosa Bocah 11 Tahun

“Untuk itu para medis terus tetap bekerja jangan ada memikirkan urusan administrasi layani masyarakat yang membutuhkan pertolongan tenaga medis terkhusus lagi di masa Covid 19.
Sampai saat ini belum ada vaksin untuk Covid 19, oleh karena itu jangan sampai kita terkena penyakit Covid 19 maka harus disiplin protokol kesehatan,” tegas Bahctiar.

Bp Batam 2020 dprd lingga 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.