Petani Desa Linau Keluhkan Gangguan Tanaman oleh Babi Hutan

POPULER HARI INI

Herdoni
Wartawan Lingga

Harianmemokepri.com | Lingga — Warga petani Dusun II Desa Linau mengeluhkan gangguan terhadap tanaman oleh hama babi hutan yang diduga berasal dari perkebunan sawit bekas PT SSLP.

Menurut keterangan sejumlah warga setempat, pohon sawit yang ada kini menjadi semak belukar dan sarang hama babi hutan.

Tugiyem salah seorang petani kepada harianmemokepri.com mengatakan, sebelumnya tanaman pisang juga singkong miliknya jarang ada gangguan, namun setelah perkebunan sawit ditinggal oleh perusahaan, babi hutan menjadi banyak dan meraja lela hingga masuk ke perkebunan milik warga.

Bahkan menurut pengakuan beberapa warga lainnya, tak jarang ketika berkendara melewati jalur tersebut saat ingin patau pergi ke Daik sering melihat babi hutan melintas di jalan, hingga dikabarkan pernah ada warga yang hampir tertabrak dengan babi.

Akses jalan Warga Desa Linau yang kiri kanannya Perkebunan Sawit bekas PT. SSLP.
Akses jalan Warga Desa Linau yang kiri kanannya Perkebunan Sawit bekas PT. SSLP.

“Sangat disayangkan, padahal kalau terawat bisa jadi pendapatan ekonomi warga, namun yang ada kini malah apa yang ditanam oleh warga diserang oleh babi,” ujar Tugiyem, Selasa (15/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Siswadi saat dikonfirmasi awak media harianmemokepri.com mengatakan, belum mengetahui secara langsung kondisi di lokasi dan menyarankan agar tanaman warga dibuatkan pagar.

“Untuk kegiatan pembasmian hama babi hutan saat ini memang tidak ada dananya, ini nanti sama-sama akan kita cari solusi dengan membicarakan langsung bersama para petani,” jelas Siswadi.

“Kalau babi hutan dimanapun tetap ada, tapi kalau sudah menjadi keresahan warga, untuk pembasmiannya dengan Dana APBD, kedepan akan kita usulkan melalui Musrenbang,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Mobil APV Terguling di Tol Jagorawi, 3 Tewas dan 3 Lainnya Luka Berat

Salah satu Pohon Sawit yang banyak terdapat bekas jejak Babi hutan.
Salah satu Pohon Sawit yang banyak terdapat bekas jejak Babi hutan.

Pantauan awak media harianmemokepri.com, kondisi perkebunan sawit di Desa Linau saat ini terlihat tidak terawat, dipenuhi semak belukar dan terdapat banyak bekas jejak kaki babi hutan di dalam lokasi perkebunan.

BACA JUGA :  Prediksi Ghost Fleet, Dua Mantan Panglima TNI Djoko Santoso dan Gatot Nurmantyo Katakan Itu Prediksi Militer dan Kemungkinan Bisa Lebih Cepat Terjadi
 


 



Bp Batam 2020banner dprd 2021Banner Pemko Tanjungpinang 2020

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img
spot_img