Peserta Seleksi Satpol PP Lingga Kecewa, Benarkah Ada Peserta ‘Titipan’?

oleh
Kasatpol PP Lingga saat memeriksa barisan Personil saat acara HUT Satpol PP (foto. Ist)

Kepri HMK, Lingga — Baru-baru ini Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Lingga melaksanakan seleksi penerimaan calon petugas Satpol PP dan Damkar yang digelar pada Tanggal 26-28 November 2018 diduga terdapat indikasi permainan titip-menitip saat seleksi penerimaan berlangsung.

Diketahui, dugaan adanya indikasi permainan oleh tim seleksi yakni menerima Calon Anggota Satpol PP dan Damkar yang memiliki nilai tes dibawah rata-rata.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu peserta seleksi Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lingga, Riry (23) kepada HarianMemoKepri.com.

“Kami bukan kecewa karna tak di luluskan, melainkan nilai peserta lain yang lulus itu di bawah rata-rata semua, tentu ini harus dipertanyakan,” ungkapnya kepada HarianMemoKepri.com melalui Telepon selulernya, Sabtu, (29/12/2019).

Tidak hanya Riry, Maman (23) dan Tari (22) yang juga sebagai Peserta seleksi mengungkapkan hal yang sama terkait dugaan adanya permainan dalam seleksi penerimaan tersebut.

“Dari para peserta yang tidak lulus sesi tes fisik dalam hal tersebut bahwasanya secara kasat mata, kelulusan di nilai tidak murni dan di duga ada permainan pihak pemerintah. Dan Peserta yang lulus tes fisik waktu itu, seolah titipan yang sudah di atur sebelum pelaksanaan,” jelas Maman yang dibenarkan oleh Tari.

Menanggapi informasi tersebut, Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Lingga, Said Rudi Palo didampingi Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Lingga, Indra Kusuma mengatakan bahwa tidak terkejut mendapat informasi tersebut.

“Kita tidak menampik hal itu, apa pun berita yang berkembang di masyarakat silahkan saja untuk berasumsi. Tapi, ¬†Insyaallah hasil pengumuman dari tes ini nanti akan menjawab apa yang menjadi pertanyaan masyarakat kita,” Ujarnya.

Dia menjelaskan terkait materi pengujian pada selesi tersebut terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dan hasil yang didapat peserta diperoleh dari hasil seleksi masing-masing peserta di beberapa materi seleksi.

“Masing-masing tahapan tersebut ada pengujinya. Kalau berkaitan dengan kesehatan, kita menyerahkan dengan pihak kesehatan. Dan kalau fisik, kita serahkan dari pihak Polres juga untuk seleksi materi tertulis kita serahkan ke BKD. Jadi pihak kami hanya menerima hasil dari masing-masing penguji. Kemudian hasil dari mereka lah yang menjadi bahan pengumuman kelulusan sesi tes tersebut,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa peserta seleksi merupakan peserta asli dari Kabupaten Lingga. Sehingga peserta yang terbaiklah akan diterima menjadi Petugas Satpol PP Kabupaten Lingga.

“Kami sebagai pihak penyelenggara, tidak semua petugas kami memahami seleksi ini. Yang jelas nilai semua itu berdasarkan dari masing-masing ranah tes seleksi. Intinya kepada para peserta yang tidak lulus, jangan berburuk sangka, murni niat kita membangun daerah. Coba lihat dari data-data peserta tes tersebut, semua berasal dari kabupaten lingga, tidak ada yang dari luar. Maka untuk itu, yang mana putra putri terbaik kita, itulah yang kita ambil nanti,” tegasnya.

Terkait hal akan titip-menitip peserta seleksi, ia hanya mengatakan mencari yang sesuai dengan kriteria yang berlaku.¬†“Terus terang, kalau berbicara masalah titipan, ya pasti kami nyarinya yang bagus,” tutupnya. (*)

Penulis : Herdoni
Editor : Amri