Perwakilan Warga Desa Linau Kembali Datangi Polres Lingga Terkait Sertifikat

Perwakilan Warga Desa Linau Kembali Datangi Polres Lingga Terkait Sertifikat
Perwakilan Warga Desa Linau Kembali Datangi Polres Lingga Terkait Sertifikat

Harian Memo Kepri | Lingga — Perwakilan Warga Masyarakat Desa Linau kembali mendatangi Mapolres Lingga, dalam rangka konsultasi terkait PT.SSLP yang diduga mengingkari perjanjian kesepakatan perdamaian.

Diketahui, perwakilan Warga Masyarakat yang hadir dalam konsultasi tersebut, dua orang anggota BPD Desa Linau Ahmad Taufik, Suhar, Kades Linau yang diwakili Sudarrio selaku Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan Masyarakat, serta HD salah satu anggota Pemuda Karang Taruna Desa Linau, Senin (13/07/20).

Kedatangan perwakilan warga disambut lansung oleh Kasatreskrim AKP. Adikuasa Tarigan, Waka Kasat Iptu T.Gultom, Kanit ll Satreskrim Ipda Wisuda, dan Briptu Febrian, di Ruangan Kanit Tipidkor Polres Lingga.

Dikatakan HD, tujuan kedatangannya bersama perwakilan dari Kantor Desa Linau tersebut, untuk berkonsultasi kepada Kasatreskrim dan Kanit tipikor tentang PT. Sumber Sejahtera Logistik Prima Bambang Prayitno, yang diduga mengingkari kesepakatan bersama yang tertuang dalam surat pernyataan damai.

“Kami juga sambil berkenalan dengan Kasatresktim yang baru bapak AKP. Adikuasa Tarigan dan tanggapan beliau cukup baik, dan dilanjutkan meminta keterangan, terkait permasalahan kesepakatan kami bersama pihak perusahaan, yang dalam hal tersebut perusahaan ini terlihat mengulur-ngulur waktu karena kemarin saya sempat menghubungi pihak perusahaan saudara Maryono dan disampaikan sama beliau, di hari jatuhnya tempo kesepakatan pengembalian sertifikat kepada Warga Masyarakat, beliau posisinya masih berada di Tanjungpinang,” kata HD.

Dalam konsultasi tersebut, kepada Kasat dan Kanit, HD juga menyampaikan informasi yang didapatkannya lansung dari Maryono Landung selaku wakil dari Perusahaan SSLP, melalui saluran telepon via Whatsapp, terkait pengembalian sertifikat yang akan dilakukan oleh perusahaan pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2020 mendatang.

“Pada tanggal 12 Juli 2020 pagi, saya ditelepon Pak Maryono bahwa pihaknya akan datang membawa sertifikat, dan bersedia mengembalikannya kepada Warga yang tempat dan waktunya akan ditentukan setelah mereka sampai di Daik, kemudian pada hari selanjutnya saya di WA lagi katanya ada permintaan pelaksanaan pengembalian itu di gedung daerah, kemudian saya sampaikan hal itu kepada Kanit ll Ipda Wisuda untuk meminta saran dan jawabannya, mengingat masa Pandemi Corona, dan orang yang hadir juga dibatasi, ada baiknya juga jika minta di fasilitasi oleh Pemkab, untuk dilakukan di gedung daerah,” ucap HD menirukan perkataan Kanit ll.

Sementara itu, Kasat Reskrim melalui Kanit II Satreskrim, terkait laporan Mantan Ketua Koperasi Yufik Sapita mengenai dugaan penggelapan dokumen oleh PT. SSLP menjelaskan bahwa permasalahan antara Masyarakat dan PT. SSLP terkait sertifikat tersebut, dimana kedua belah pihak terikat oleh perjanjian yang telah dibuat pada tahun 2006.

“Keberadaan sertifikat masyarakat di perusahaan sejumlah 212 SHM. sebagai bentuk jaminan usaha, namun sampai dengan saat ini perusahan tidak mampu melaksanakan kewajibannya sesuai perjanjian, sehingga masyarakat menuntut agar perusahaan mengembalikan sertifikat tersebut,” ungkap Kanit ll Satreskrim Ipda Wisuda.

Lanjutnya, pada hari Senin tanggal 13 Juli 2020, Polres Lingga kembali melakukan pertemuan dengan perwakilan Warga Masyarakat Desa Linau, untuk membahas kelanjutan dari mediasi yang dilakukan terkait pengembalian sertipikat kepada masyarakat.

“Kami sudah mendorong pihak perusahan untuk melaksanakan isi perjanjian, dan mungkin dalam waktu dekat ini hal itu bisa terlaksana,” Ucap Kanit ll.

Dilokasi berbeda, Kepala Desa Linau Musdar berharap kali ini pihak perusahaan tidak main-main, dan benar-benar akan melaksanakan pengembalian sertifikat tanah milik Warga seperti dalam informasi yang disampaikan.

“Semoga kali ini, pihak perusahaan benar-benar menepati janjinya, jangan sampai kejadian seperti sebelum ini terjadi lagi bahwa, Warga kami merasa selalu dibohongi sama pihak perusahaan yang berjanji akan mengembalikan sertifikat.” ucap Kades.

Bp Batam 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.