Foto : Ilustrasi Wirausahawan (Insert : Siti Nafisah)

Oleh : Siti Nafisah (Mahasiswi Prodi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Malang ~ UMM) 

”Sumber utama kemakmuran bukan terletak pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan pada pembangunan ekonomi yang didominasi oleh peran kewirausahaan dari para pelaku ekonominya.” Joseph A. Schumpeter (1883–1950)

Di dunia, negara-negara bisa terbagi menjadi dua, negara maju atau negara berkembang, Indonesia digolongkan pada negara berkembang. Mengapa Indonesia masih dikatakan sebagai negara berkembang? Padahal Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Karena, kecendrungan negara-negara berkembang ditandai dengan masyarakat yang memiliki pendapatan  perkapita lebih rendah dibandingkan negara maju dan biasanya memiliki populasi penduduk yang padat.

Negara berkembang belum mempunyai kondisi ekonomi dan sosial yang makmur, kebanyakan penduduknya miskin, pemikiran-pemikiran modern belum menyusup sampai ke desa-desa, dan kemajuan teknologi masih sangat jarang mampir sampai ke desa-desa, serta banyaknya pengangguran. Melihat kondisi itu maka Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk di dalamnya.

Permasalahan tersebut menjadi sesuatu yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalam mensejahterakan rakyatnya. Banyak orang yang hidup kurang beruntung terpaksa hidup sebagai pemulung sampah. Karena pendapatan yang diperolehnya sangat rendah, anaknya tidak dapat disekolahkan sehingga tingkat kecerdasan anak tersebut tidak berkembang.

Hal ini juga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara orang  yang berpenghasilan tinggi dan orang yang berpenghasilan rendah. Hal ini menyebabkan kemerosotan perekonomian di Negara Indonesia. Jika di biarkan keadaan perekonomian Negara Indonesia seperti itu terus maka semakin lama negara akan semakin miskin dan terbelakang, serta berdampak pada keamanan nasional akan terganggu.

Kilas balik ketika krisis ekonomi hebat yang melanda Indonesia tahun 1998. Usaha yang mampu bertahan adalah usaha kecil menengah, mereka mampu bertahan tidak seperti kebanyakan perusahaan besar yang ternyata lebih rentan terhadap krisis. Apa sesungguhnya peran wirausaha dalam perekonomian sebuah negara? Seorang wirausahawan bisa dikatakan sebagai tiang negara? Mengapa? Wirausahawan berperan baik secara eksternal ataupun internal.

Secara eksternal, wirausahawan berperan sebagai penyedia lapangan pekerjaan untuk para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang telah disediakan wairausaha, tingkat pengangguran secara nasional akan menjadi lebih berkurang.

Secara internal wirausahawan dalam mengurangi tingkat ketergantungan kepada orang lain, dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan meningkatkan daya beli kepada pelakunya.Dengan menurunnya tingkat pengangguran dapat berdapak positif terhadap kenaikan pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, dan tumbuhnya perekonomian secara nasional.

Selain itu juga, dengan bertumbuhnya perekonomian perkapita dapat berdampak turunya kriminalitas yang biasanya ditimbulkan karena tingginya pengangguran. Dengan menjadi seorang wirausahawan, maka roda perekonomian akan terasa lebih bergerak.

Seorang wirausahawan akan berusaha menciptakan produk atau jasa yang bisa di terima konsumen. Wirausahawan bisa menggaji karyawan yang membantunya. Karyawan tersebut kemudian mempunyai pendapatan untuk keluarganya, sehingga keluarganya bisa memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhannya.

Selain itu, wirausahawan juga mempunyai peran lain yaitu sebagai salah satu sumber pemasukan pemerintah baik pusat maupun daerah. Namun sayang Indonesia masih di kenal sebagai negara dengan biaya ekonomi tinggi, meskipun iklim wirausaha di Indonesia sudah cukup baik. Wirausahawan membayar berbagai macam pajak seperti pajak penjualan dll, sehingga jika pemerintah serius ingin meningkatkan penerimaan di sektor pajak, maka hendaknya mempermudah wirausahawan dalam menjalankan usahanya dan juga memihak pada mereka tidak semata-mata mereka yang mempunyai modal besar saja.

BACA JUGA :  Sertijab, Kini Dandim 0318/Natuna di Jabat Letkol Czi Ferry Kriswardana

Banyak wirausahawan Indonesia yang mampu menembus pasar mancanegara. Hal ini merupakan modal yang baik karena selain mengharumkan nama Indonesia, juga sebagai penghasil devisa yang akan memperkuat cadangan devisa. Pemerintah hendaknya membuka akses seluas-luasnya dan juga mempermudah perizinan agar produk lokal bisa go Internasional. Banyak pangsa pasar yang bisa kita kembangkan seperti pasar ASEAN, Asia Pasifik dan dunia.

Para wirausahawan dapat memajukan bangsa melalui sumbangan-sumbangannya di berbagai bidang seperti pendidikan, budaya, kesehatan dan lain-lain. Saat ini banyak di kenal istilah wirausahawan sosial.

Wirausahawan sosial merupakan seseorang yang mempu mengidentifikasi problem sosial di sekitarnya seperti pendidikan, kesehatan, pengangguran dan lain-lain untuk kemudian melalui kemampuan kewirausahaannya membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan sosial sehingga bisa mengatasi masalah yang masih banyak terjadi di masyarakat.

J. Schumpeter menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi.

Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggi efisiensi dalam memproduksi suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru, dan mengadakan perubahan dalam organisasi. Peranan wirausahawan sangat dibutuhkan oleh suatu Negara karena ikut pula menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Wirausaha mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan pemerataan pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan pemerintahan melalui  program pemerintahan, seperti pajak dan lain-lain.

Gagasan pengukuran pembangunan Indonesia terdiri dari tiga komponen. Ketiga komponen tersebut adalah penduduk dan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan gagasan tersebut maka kewirausahaan dapat meningkatkan pembangunan Indonesia karena kewirausahaan dapat menyediakan lapangan pekerjaan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Michael P. Todaro, sumber kemajuan ekonomi bisa meliputi berbagai macam faktor, akan tetapi secara umum dapat dikatakan bahwa sumber-sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi adalah adanya investasi-investasi yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber daya manusia dan fisik, yang selanjutnya berhasil meningkatkan kuantitas sumber daya produktif dan yang bisa menaikkan produktivitas seluruh sumber daya melalui penemuan-penemuan baru, inovasi, dan kemajuan teknologi.

Berdasarkan pendapat tersebut, kewirausahaan dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan adanya dampak positif wirausaha tersebut, maka pencari lapangan kerja yang semula hanya berminat pada sektor formal diharapkan merubah pandangannya dan beralih pada sektor informal.

Menurut Stephen R. Covey, perubahan tersebut seringkali merupakan proses yang menyakitkan. Ia merupakan perubahan yang harus dimotivasi oleh suatu tujuan yang lebih tinggi, oleh kesediaan untuk menomorduakan apa yang anda pikir anda inginkan sekarang untuk apa yang anda inginkan di kemudian hari. (*)

Sumber : Artikel Ini Dikirim Melalui
E-Mail Ke Redaksi HarianMemoKepri.com
Tanggal 04 Januari 2019.
Editor : Amri

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.