Penadah Ponsel Hasil Jambret Dibekuk Polisi Karimun, Mengaku Hanya Terima Gadai

ilustrasi jambret (dok, indo-surya,blogspot,com)

HARIAN MEMO KEPRI, KARIMUN – Seorang penadah hasil barang curian berinisial Le diamankan aparat Polsek Tanjungbalai di SPBU Meral pada Kamis (12/1) sekira pukul 17.00 WIB.

Diamankannya warga Meral ini setelah polisi melakukan penelusuran dan menemukan sebuah telepon seluler yang diduga kuat milik seorang korban tindak penjambretan.

Dari hasil pemeriksaan sementara Unit Reskrim Posek Tanjungbalai terhadap Le, barang bukti hasil tindak kriminal itu diperolehnya dari seorang berinisial En. Kepada polisi Le yang diketahui warga Meral itu mengaku memiliki telepon seluler itu setelah En menggadaikan kepadanya.

“Kita duga kuat jika telepon seluler itu merupakan hasil tindak pencurian. Le kita duga sebagai penadah,” kata Kapolsek Tanjungbalai, AKP Lulik Febyantara, Minggu (15/1/2017).

Saat ini Le masih dalam pemeriksaan polisi. Selain itu polisi juga masih memburu En yang diduga juga berkaitan dengan tindak penjambretan yang telah menimpa korban bernama Erniatin, warga Tanjungbalai pada pertengahan Desember 2016 lalu itu.

Dipaparkan Lulik, Erniatin menjadi korban saat berkendara sekira jam 21.00 WIB bersama kerabatnya, Erliana dari arah Sei Lakam menuju Bukit senang. Namun sesampainya di depan SMP Mahabodhi dua orang pelaku yang mengendarai satu sepeda motor memepetnya dari arah samping kiri.

“Korban di jambret tepatnya ketika mereka akan masuk ke jalan arah perumahan Grenland,” ujar Lulik.

Selanjutnya, dengan tiba-tiba datang samping kiri seorang pelaku langsung mengambil dompet yang diletakkan Erniatin di antara kedua pahanya. Berhasil meraih barang milik korban, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan menuju ke Samsat Kabupaten Karimun.

Adapun barang milik korban yang dicuri pelaku antara lain satu unit handphone merk Samsung J2 warna hitam, satu unit hp merk samsung J7 warna putih, sebuah buah dompet warna hitam dan uang tunai senilai Rp 200.000.

“Jumlah kerugian yang dialami korban sekitar Rp 5.000.000. Kita masih mengejar pelaku,” tambah Lulik. (*)

sumber : tribunbatam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.