Beranda Berita Kepri Pemuda Desa Musai Berencana Angkat Budaya Permainan Kelereng

Pemuda Desa Musai Berencana Angkat Budaya Permainan Kelereng

Harian Memo Kepri | Lingga — Melestarikan budaya permainan kelereng atau dalam bahasa daerah Daik Lingga disebut Buah Guli, remaja, pemuda bahkan orang dewasa, berduyun-duyun meramaikan halaman salah satu rumah Warga di Dusun l Desa Musai, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Jumat (19/06/20)

Menurut keterangan Umizar ketua RT 01 saat ditemui dilokasi tersebut menceritakan, permainan kelereng atau Buah Guli merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang ada di Daik lingga sejak zaman kerajaan dahulu.

“Mengangkat kebudayaan yang ada sekaligus sebagai hiburan maka kami beramai-ramai disini membuat kegiatan sambil mengisi waktu kosong apalagi serunya dalam permainan ini ada yang harus kalah dan ada pula yang menang tergantung pada keahlian masing-masing dalam melakukannya,” ucap Umizar.

Lanjutnya lagi, kegiatan sudah berjalan hampir satu bulan, hingga kini pemain bertambah ramai bahkan orang-orang tua djuga turut mengikuti permainan tersebut.

“Peminatnya lumayan ramai sampai ke orang-orang tua untuk wilayah Dusun l sendiri pesertanya satu kali main bisa sampai 20 orang, waktunya dari mulai pagi pemain diramaikan oleh para remaja yang sambil mengisi waktu libur mereka sekolah, dilanjut siang hingga sorenya dilakukan oleh pemuda dan orang-orang dewasa yang sudah pulang dari melakukan aktifitas pekerjaan,” jelas Umizar

Pemuda Desa Musai Berencana Angkat Budaya Permainan Kelereng
Pemuda Desa Musai Berencana Angkat Budaya Permainan Kelereng

Di lokasi yang sama salah satu tokoh pemuda Desa Musai Fran mengatakan, permainan tersebut tidak hanya akan dilakukan sebagai pengisi waktu kosong saja, melainkan rencana kedepan oleh warga setempat akan dibuat pertandingan.

“Kami dari pemuda Desa Musai juga berencana selepas lebaran haji nanti akan membuat pertandingan Buah Guli atau kelereng dan hal ini semata-mata sebagai hiburan saja untuk pesertanya kita belum tau apakah turut mengundang dari luar desa sekitar atau mungkin hanya warga sini semua tergantung kondisi kedepannyalah,” ujarnya.

Sementara itu Kades H. Syafri Sidek sangat mendukung dan mengapresiasi pemikiran para pemuda yang membangun kegiatan positif serta berharap kepada seluruh generasi di desanya tidak melalaikan shalat ketika waktunya tiba.

“Alhamdullah saya selaku kepala desa sangat berterima kasih dan mendukung permainan guli, itu adalah permainan semasa dulu selagi sifatnya positif selain menghidupkan budaya Melayu menurut saya hal ini juga dapat menghindarkan anak-anak dari tingkah laku Negatif,” kata Kades Safri.

“Kedepannya jika akan mengadakan perlombaan saya juga mendukung, itu juga tergantung kekompakan dan peran serta dari para pemuda sendiri, kemudian harapan saya jangan sampai permainan digalakkan namun saat tiba waktu sholat harus wajib istirahat, jangan sampai hal itu menjadi mudharat segala kegiatan positif kalau bukan kita yang membangun siapa lagi,” tutupnya.

Iklan

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Segenap Crew Media Harianmemokepri.com Mengucapkan Selamat Hut Bhayangkara Ke 74

BERITA TERBARU