Parang dan Cangkul Jadi Senjata, Pria Paruh Baya di Lingga Tingkatkan Ekonomi Keluarga

waktu baca 3 menit
Rabu, 23 Nov 2022 12:06 0 72 Herdoni

HMK, LINGGA — Guna meningkatkan ekonomi keluarga, serta membangun motivasi kegiatan perekonomi ditengah masyarakat yang sedang kesulitan mencari pekerjaan, seorang Warga Desa Musai, Kecamatan Lingga, Bahari(47), sulap lahan hutan menjadi lahan perkebunan.

“Kesulitan lapangan pekerjaan bukan menjadi penghalang untuk terus bergiat mencafi nafkah,” Begitu kata Pria yang akrab disapa Pak Ucu Bahari ini. Selasa, (22/11/22)

Berbekal Cangkul dan Parang, bersama anak laki-laki nya yang baru lulus dari salah satu sekolah SMA di Lingga, Bahari dalam beberapa bulan belakangan setiap harinya dari pagi hingga sore mulai menekuni aktifitas perkebunan.

Lahan yang awalnya merupakan lahan hutan dipinggir jalan, dengan luas kurang lebih 4 hektar yang dibelinya dari salah seorang warga, kini tampak lapang dan sudah dipasangi pagar serta terdapat beberapa tanaman jenis sayur.

Menurut Bahari, kegiatan perkebunan yang dilakukannya saat ini tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga, melainkan sebagai motivasi untuk warga lainnya agar tidak menyia-nyiakan lahan yang dimiliki, serta menjadikannya sebagai ladang penghasilan.

“Sebenarnye motivasi saye dalam melakukan kegiatan ini, pertame tentang pemanfaatan lahan, yang dimane selame ini banyak dari warga-warga kite yang ade disini Mereka membeli lahan, atau mendapatkan bantuan lahan dari pemerintah, akan tetapi tidak dimanfaatkan same sekali, dan dibiarkan sia-sia begitu saje,”

“Jadi disini, saye mencoba membangun hasil dengan lahan yang termasuk baru juga saye miliki. Dan alhamdulillah kemarin setelah Panen sayur pertame, sudah mulai nampak jugalah warga-warga kite disini mulai menebas lahan mereka,” ungkap Bahari.

Sementara kata Bahari, kurangnya alat bantu seperti mesin penggarap lahan menjadi kendala saat ini, sehingga lahan seluas 4 hektar ini baru dapat dilakukan penanaman sekitar setengah hektar saja.

“Sayangnya di desa kami pun belum punya mesin penggarap tanah yang bisa dipinjam atau mungkin disewakan, dan kalau pun nyewa di desa lainnya seperti di desa yang sebelumnya sempat saye tanyekan itu harge sewa nye sekitar 2 jutaan, dan kita pun mengukur jugalah dengan kemampuan dan penghasilan kita yang belum seberapa ini, jadi saat ini kita usaha menual dulu,” ucapnya.

Bahari melanjutkan, bersama rekan dari desanya saat ini dirinya sedang berencana membentuk satu kelompok pertanian dengan jumlah 10 orang, dimana kelompok ini nantinya diharapkan dapat menjadi akses untuk ikut dalam setiap program pemerintah khususnya dibidang pertanian.

“Kita sedang membentuk kelompok tani dengan jumlah 10 orang, yang mane kite harapkan dengan terbentuknye kelompok ini nanti dapat menjadi akses untuk ikut dalam berbagai macam program pemerintah khususnye dibidang pertanian, mungkin seperti mendapatkan bantuan mesin penggarap, bibit, dan lain-lain dengan syarat-syarat yang mungkin sudah ditentukan,”

“Mudah-mudahan kegiatan pertanian ini kedepannye betul-betul bise menjadi kegiatan yang serius bagi seluruh warga masyarakat Desa Musai khususnye,” pungkas Bahari.

Herdoni

Wartawan Lingga

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

harian tni kepri

revisi iklan dan medsos

post 1080x1080
whatsapp image 2022 11 18 at 11.27.52

Smsi Group