Pengusaha Kedai Kopi Menjerit dengan Adanya PPKM

  • Bagikan
Salah satu kedai kopi yang sepi pengunjung
Salah satu kedai kopi yang sepi pengunjung

Tanjungpinang – Pemko Tanjungpinang memberlakukan PPKM akibat masih meluasnya penyebaran Covid-19 saat ini, tentunya hal ini membuat para pengusaha kecil menjerit.

Bagi pengusaha Kedai Kopi yang buka pada sore hari sekira pukul 17.00 Wib dan pada pukul 22.00 Wib harus tutup, hanya 5 jam membuka usahanya.

Akibat adanya pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat yang ditetapkan oleh Pemko Tanjungpinang baik itu bagi pengunjung dan bagi pengusaha Cafe dan kedai kopi, Kota Tanjungpinang terlihat sepi aktifitas di jam 22.00 wib malam ke atas, Senin (21/06).

“Namun ada kelonggaran, contohnya di salah satu kafe yang ada di jalan Pamedan. Jam 22.00 Wib tetap boleh buka namun tidak melayani pengunjung yang datang dan duduk. Kita cuma boleh bungkus bawa pulang dan tidak bisa menikmati hiburan musik yang disajikan di kafe tersebut seperti biasa,” ungkap salah seorang pengunjung.

Akibat kebijakan Pemko itu banyak pengusaha kecil di Kota Tanjungpjnang menjerit.

Bahkan banyak yang memberhentikan karyawannya, karena dengan jam buka usaha dibatasi itu penghasilan mereka sedikit dan tidak sanggup membayar gaji karyawan.

Begitu juga di kedai kopi samping Hotel Rav Km 9 Tanjungpinang, salah seorang pemilik kios. Amry, menjual berbagai makanan juga mengeluh biasanya dirinya berkemas pulang jam 23.30 Wib.

Namun kini jam 21.30 Wib sudah mengemas dagangan dikarenakan tidak ada lagi pengunjung yang datang.

” Justru disaat malam itu biasanya banyak pembeli yang duduk dan makan disini. Dikarenakan yang duduk Disini pun akan diberi sanksi makanya tempat ini jadi sepi,” terang Amry.

Bp Batam 2020banner dprd 2021 (1)Banner Pemko Tanjungpinang 2020
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.