Beranda Berita Memo Pak RT di Manukan Jadi Repot, Dipanggil Polisi Gegara ‘Manuk’

Pak RT di Manukan Jadi Repot, Dipanggil Polisi Gegara ‘Manuk’

Pak RT di Manukan Jadi Repot, Dipanggil Polisi Gegara 'Manuk'
Ilustrasi (poskotanews)

Harian Memo Kepri | Nah Lo — Repot memang jadi Pak RT seperti Jasmin, 45, ini. Jadi RT di daerah Manukan Sleman (DIY), belum lama ini dipanggil polisi gara-gara urusan “manuk” warganya.

Dia bukan praktisinya, tapi harus bersaksi untuk urusan “manuk” alias peselingkuhan Badrul, 45, dengan Ismi, 43, salah seorang warganya. Repot kan, kalau mangkir dipanggil paksa.

Kecuali di Jakarta, semua RT-RW hanyalah pekerja sosial. Mereka tak dapat gaji dari Pemda, tapi jika terjadi urusan pada warganya, dia wajib menyelesaikan.

Namanya saja Rukun Tetangga, jadi harus bisa membuat rukun antar tetangga, di samping pelayanan administrasi kependudukan. Karena demikian berat tugas RT, banyak warga yang tak mau hadir ketika ada pemilihan RT baru, takut ketiban sampur.

Di Kecamatan Depok, Sleman, memang ditemukan banyak rumah kos-kosan untuk mahasiswa dan pelajar. Tapi ternyata, tak semua yang tinggal di situ kalangan peserta didik di sekolah dan mahasiswa, tapi juga kalangan umum. Salah satunya adalah Ny. Ismi dan Badrul seorang Caleg parpol.

Kalangan tetangga menganggapnya mereka suami istri, padahal aslinya mereka sekedar teman lama yang ketemu kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.