Ngaku Anggota DPR, Tipu Stand Makanan. Bawa Kabur Belasan HP

ilustrasi. (dok. poskotanews.com)

Harian Memo Kepri | Kriminal —Puluhan pemilik stand makanan di area FoodCourt Hotel ALILA SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, menjadi korban penipuan. Uang dan belasan handphone dibawa kabur pelaku yang mengaku sebagai anggota Komisi VIII DPR RI.

Mendapat laporan Tim Unit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kemudian melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka, EP alias A bersama W alias P (penadah) di daerah Lampung Timur, Lampung. Dari para tersangka polisi menyita 11 handphone dan uang sekitar Rp 7 juta hasil curian.

“Belasan handphone yang dicuri tersangka dijual ke penadah W di Pasar Jiung Jakarta Pusat. Kasus ini masih kami kembangkan kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (26/9).

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka ternyata tidak hanya melakukan penipuan di Hotel Alila SCBD tapi juga melakukan penipuan di 11 lokasi lain, diantaranya Hotel Mulia, Hotel Paris, Hotel Fairmont, Hotel All Swason, Hotel Avaya, Hotel Sahid, Hotel JW Mariot, Hotel Karaton, Hotel Century, Hotel Westin, dqn Hotel Ritz Carlton.

“Jadi semua barang bukti hasil kejahatan dijual tersangka ke penadah W. Tersangka kesehariannya pengangguran untuk meyakinkan korban-korbannya tersangka mengaku anggota Komisi VIII DPR-RI dengan berpenampilan necis,” ucap Argo.

Aksi penipuan itu terjadi, sekitar bulan Agustus 2019. Kepada para korbannya tersangka mengaku sebagai anggota Komisi VIII DPR RI. Para korban yang memiliki stand makanan di area FoodCourt Hotel ALILA SCBD Sudirman, percaya melihat penampilan tersangka yang meyakinkan.

“Kemudian tersangka membujuk para korban untuk membuka stand makanan pada acara di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Tersangka lalu mengaku sebagai panitia dan uang modal akan diberikannya. Sehingga para korban tertarik,” ujarnya.

Selanjutnya, tersangka meminta para korban berkumpul pada sore hari di sebuah Restoran di Hotel ALILA SCBD, kemudian para korban disuruh untuk mengumpulkan handphone miliknya dengan alasan untuk dilakukan pendataan sebagai persyaratan dalam pembuatan stand di acara festival tersebut.

“Setelah handphone milik korban terkumpul, secara diam-diam pelaku meninggalkan para korban dan membawa handphone milik pada korban, selanjunya handphone tersebut dijual kepada penadah di Pasar Jiung Jakarta Pusat,” tukasnya.

sumber | dok. | poskotanews.com
Bp Batam 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.