Beranda Berita Memo Ngaji Ramadhan Live Streaming Solusi Ditengah Pandemi

Ngaji Ramadhan Live Streaming Solusi Ditengah Pandemi

Oleh: Lutfi Humaidi

“Doktor PPN IPB, ASN Balitbang Kementerian Pertanian, Wakil Sekretaris GP. Ansor Cabang Kota Tanjungpinang, dan Santri Tambak Beras Jombang”

Ngaji live streaming semakin popular dalam Ramadhan tahun ini. Dunia pesantren yang selama ini dianggap sebagai kaum ‘sarung’ tradisional sudah banyak yang memanfaatkan live straming sebagai media pengajian kitab kuning secara jarak jauh.

Model pengajian live streaming di bulan Ramadhan sekarang ini dapat menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19.

Seperti halnya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang melakukan pengajian live streaming setiap hari, pada pukul 04.45-21.00 WIB.

Kitab-kitab yang dikaji adalah karya ulama salaf (klasik) seperti Tafsir Munir, Al-Hikam, Ihya Ulumuddin, Al Mahdi, Nizamul A’mal, Bahjatul Wasail, Nashoihul ‘Ibad, Tafsir Munir, Fathul Muin, Ta’limul Muta’alim dan lain sebagainya.

Seperti yang disampaikan Gus KH. Wafiyul Ahdi, SH., M.Pd.I., Ketua Umum Yayasan Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, dalam status media sosialnya bahwa Ramadhan 1441 H/2020 M ini dapat menjadi titik tolak kemajuan pengajian-pengajian di pesantren.

Setelah para santrinya dipulangkan atau memang tidak diperkenankan kembali ke pesantren untuk ngaji selama Ramadhan karena adanya pandemi virus covid-19.

Akhirnya para kyai, gus, ning dan ustadznya banyak yang dipaksa oleh kondisi untuk mengadakan pengajian online atau live streaming.

Ini dilakukan untuk menjaga rutinitas (Istiqomah) pengajian Ramadhan agar bisa diikuti khususnya para santri, dan alumni serta masyarakat secara luas yang saat ini sedang berada di rumah saja.

Tentu bukan hanya di Tambakberas saja yang melakukan seperti ini, hampir dibeberapa kab/kota para ulama, kyai, gus, ning, ustad dan ustadzah melakukan pengajian secara live streaming.

Tokoh agama sebagai panutan baik yang mempunyai santri dan alumni maupun yang tidak mempunyai santri namun memiliki kapasitas mengaji kitab kuning, akan mengupayakan tetap mengaji di bulan Ramadhan meskipun di tengah pandemi.

Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya setiap Ramadhan dilakukan pengajian tradisional, yaitu kilatan di pondok pesantren, dan pengajian Jiping atau ngaji dengan mendengarkan telinga saja, tapi tetap ada yang menyimak dengan membawa kitab kuning, karena situasi seperti pandemi Covid-19, terlebih lagi sudah beberapa kab/kota sudah masuk zona merah atau PSBB, tentunya pemberlakuan pelaksanaan pengajian harus dengan metode jarak jauh.

Ngaji Ramadhan dengan alternatif siaran live streaming ini dilakukan untuk menghindari kontak langsung dimasa wabah Covid-19. Pertemuan ngaji dengan tatap muka, itu sangat beresiko.

Pemerintah juga belum mengijinkan untuk mengadakan pertemuan yang sifatnya banyak dan berkerumunan. Diminta agar masyarakat juga patuh dengan aturan pemerintah dan melakukan protokol kesehatan jika mengadakan serangkaian kegiatan.

Mengelola Pengajian Ramadhan Live Streaming yang Efektif 

Pengajian Ramadhan dulunya hanya dilakukan tatap muka di Pondok Pesantren secara ofline.

Santri yang mau mengaji kilatan, suatu istilah bagi pelaksanaan kajian keislaman di pesantren selama bulan Ramadan harus mukim di ponpes tersebut untuk beberapa hari lamanya, biasanya sebelum puasa sudah datang dan sebelum 7 hari idhul fitri pengajian sudah hatam untuk beberapa kitab.

Para santri yang mau mengikuti kilatan ini akan pulang ke kampung halamannya, ini dilakukan untuk menambah ilmu dan tabarukan dengan kyai/nyai.

Dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dan ditambah adanya wabah Covid-19, mengharuskan kita tetap di rumah untuk meminimalisir risiko penyebaran virus yang mematikan tersebut.

Pengajian Ramadhan dengan tatap muka di Ponpes adalah kegiatan yang berisiko tinggi karena berkumpulnya banyak santri.

Untuk itu, Pengajian berbasis internet dapat dijadikan alternatif, agar kita tetap istiqomah mengikuti pengajian Ramadhan. Menurut penulis ada beberapa hal yang harus dilakukan seseorang dalam mengikuti ngaji live streming agar lebih efektif, yaitu:

1.Siapkan fasilitas penunjang utama, kuota internet/wifi, pilih provider yang bagus untuk menunjang kelancaran sinyal.

2. Siapkan laptop/gawai/HP, yang sudah terinstal aplikasi live streaming.

3. Siapkan jadwal pengajian apa saja yang akan diikuti, catat secara lengkap mulai dari jam mulai agar tidak ketinggalan ngaji. Sesuaikan waktu anda yang tidak mengganggu aktivitas wajib anda, agar dapat mengikuti pengajian secara utuh.

4. Pilihlah channel dan guru ngaji live streaming/online melalui media sosial seperti youtube, facebook, instagram dengan sanadnya jelas sampai ke Rasulullah SAW.

5. Siapkan kitab yang akan dikaji. Bila belum punya anda bisa membeli dalam bentuk hard copy atau dapat juga mendownload di internet.

6. Kendalikan diri untuk tidak melakukan aktifitas ganda sehingga akan mengganggu dan mengurangi konsentrasi.

7. Pilih tempat yang nyaman sehinga dapat mendengarkan dan memahami secara baik.

8. Sampaikan dan diskusikan dengan keluarga bahwa anda akan mengikuti beberapa pengajian live streaming/online, hal ini penting agar keluarga mengerti dan memahami. Lebih baik lagi ajak keluarga ikut ngaji live streaming bersama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BERITA TERBARU

Rancangan Renduk PBWN-KP Jadi Acuan Pembangunan Kawasan Perbatasan 5 Tahun Kedepan

Harianmemokepri.com | Jakarta - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah selesai merancangan Rencana Induk (Renduk). Renduk merupakan acuan bagi Kementerian/Lembaga anggota Badan Nasional Pengelola...

Group Siberindo