RSUP Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri Diduga Teledor, Pasca Operasi Alat Pencuci Darah Tertinggal Dalam Tubuh Pasien

- Jumat, 3 November 2017 | 10:04 WIB
Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri (dok. batampos )
Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri (dok. batampos )

HARIAN MEMO KEPRI, TANJUNGPINANG - Tenaga Medis Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri lagi lagi menjadi sorotan Media Masa. Salah satu pasien Alfonso Peter Situmeang mengalami kritis setelah menjalani operasi di RSUP Raja ahmad Tabib Pinang. Kamis (02/11/2017). Menurut keterangan salah satu keluarga pasien mengatakan, bahwa pada tanggal 18 oktober 2017 Alfonso Peter bersama Istrinya Br Sinaga pergi ke RSUP RAT untuk Chek Up rutin mengenai penyakit ginjal yang di deritanya. Usai pemeriksaan yang dilakukan oleh Dr Fitri Ashadi, Alfonso langsung melakukan cuci darah sesuai dengan keputusan Dokter.  Alfonso dan pihak keluarga menyetujui keputusan dari Dokter demi untuk kesembuhan dirinya, operasi cuci darah langsung ditangani oleh Dr Fitri Ashadi di RSUP RAT Pinang. Namun setelah operasi cuci darah Alfonso selesai, kondisinya justru semakin lemah dan terlihat semakin kritis. Mengenai insiden ini, pasien dan istrinya sama sekali tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi mengenai lemah dan kritisnya korban setelah di operasi.
-
Kondisi pasien ( dok, silabusnews ) Mereka baru mengetahui setelah pada tanggal 1 november 2017 pihak Dokter menyampaikan pada istri pasien kalau pasien harus segera di rujuk ke Rumah Sakit Batam, demi kesembuhan suaminya istri pasien Br Sinaga mengikuti arahan Dokter. BACA : LPKTN- RI Sosialisasi dan Edukasi Produk Beredar Di Kepulauan Riau Namun pihak keluarga lain curiga mengenai pasien yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Batam walaupun katanya sudah berhasil melakukan operasi cuci darah. Kecurigaan pihak keluarga pun tak terbantahkan setelah Setelah Dokter Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam yang ditangani Dokter Victor Nababan menyampaikan bahwa pasien harus kembali di operasi. Dokter Victor menyampaikan, bahwa didalam tubuh pasien masih ada tertinggal alat pencuci darah " Harus kita operasi kembali." Katanya. Operasi di RSBK Batam dilakukan pada tanggal 22 oktober 2017, operasi ulang pasien berhasil dilakukan Dokter Victor Nababan yang melakukan operasi dengan tujuan mengambil alat pencuci darah yang tertinggal di dalam tubuh pasien yang panjangnya sekitar 30 cm. Dokter Sunarto selaku Sekretaris Akreditasi RSUP RAT mengatakan,” Penanganan pasien Alfonso Piter saat operasi Cuci darah terjadi insiden sehingga pasien harus kita rujuk ke RSBK Batam untuk operasi kembali dikarenakan didalam tubuh pasien masih tertinggal alat selang pencuci darah." Ungkapnya. Sunarto juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidak sengajaan saat operasi, sehingga pasien harus dioperasi kembali, "Pihak rumah sakit akan bertanggung jawab mengenai pembiayaan Pasien." Katanya. Disisi lain Boru Sinaga istri pasien menyayangkan kenapa hal ini bisa terjadi, dirinya mempertanyakan tentang bentuk pertanggungjawaban yang akan dilakukan oleh pihak rumah sakit. ”Tanggung jawab seperti apa pada suami saya, sehingga sampai dua kali di operasi pada hal biaya rumah sakit semuanya sudah ditanggung pihak BPJS, karena suaminya menggunakan kartu BPJS." ucap Br Sinaga dengan terlihat kesal. ( red/mediagroup/sn ) BACA : Blockchain dan ICO Apakah Itu?

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

DPR RI Sedang Menelaah Terbitnya Perppu Ciptaker

Jumat, 20 Januari 2023 | 20:35 WIB
X