Misteri Malam Penganti, Tradisi ‘Menguping’ Hingga Melihat ‘Seprei di Pagi Hari’

  • Whatsapp
Misteri Malam Penganti, Tradisi 'Menguping' Hingga Melihat 'Seprei di Pagi Hari'
Ilustrasi

Harian Memo Kepri, Mistery – Elmira – bukan nama sebenarnya – berusia 27 tahun, dan bekerja sebagai penerjemah. Suaminya dipilihkan oleh orang tua, dan ia menikah “demi membahagiakan ibu”.

“Ia tetangga kami, dan kami sangat berbeda. Ia tak berpendidikan dan kami tak punya persamaan.”

Muat Lebih

Elmira bilang kepada ibunya beberapa kali ia belum ingin berkeluarga. Namun sang ibu bercerita kepada keluarga yang lain, yang mulai menekannya, curiga Elmira sudah tidak perawan.

Namun malam pernikahannya itu adalah pertama kalinya Elmira berhubungan seks.

Sang suami langsung menyerbunya malam itu dan ketika kepala Elmira terbentur lemari, ia mendengar suara perempuan mengetuk dinding dari sebelah, “Hey, jangan berisik! Kasar sekali!”.

Di kamar sebelah ada ibunda Elmira, dua tantenya, ibu mertuanya dan seorang saudara jauh yang menguping.

Kehadiran mereka ini dianggap perlu untuk memastikan terjadinya hubungan seks dan adanya “bukti perpaduan cinta”.

Mereka juga memastikan bahwa sang pengantin perempuan masih perawan.

Elmira ingat betapa ia sangat malu. “Saya bisa dengar berbagai suara di sebelah. Saya gemetar karena rasa sakit dan malu, lalu berpikir: inikah yang namanya pernikahan?”

Saudara jauh yang hadir di kamar sebelah menjalankan peran “engi”, seorang perempuan yang pergi ke rumah bersama pasangan yang baru menikah segera sesudah pernikahan, dan ikut duduk di ruangan di sebelah kamar tidur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.