Menguak Misteri Batu Berbentuk Kucing di Tanjungpinang

159
Batu Kucing yang yang masih misteri di Jalan Batu Kucing Tanjungpinang (Foto : Ist)

HarianMemoKepri.com, Misteri – Tidak banyak orang mengetahui sejarah dari Batu Kucing ini. Kebanyakan masyarakat hanya mengetahui namanya saja dan tidak tahu bahwa terdapat Batu yang berbentuk kucing yang kini berada dibelakang klinik ternama.

Bahkan,terjadi banyak kesimpang siuran atas cerita dari Batu Kucing. Sejarah Batu Kucing di Kepulauan Riau khususnya Tanjungpinang, terdapat suatu daerah yang dikenal dengan nama “ Batu Kucing”.

Daerah ini terletak di sebelah timur kota Tanjungpinang yang masa dahulunya masih dalam kawasan Desa Dompak Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Yang dahulunya penduduknya mayoritas beragama Islam 85 % dan 15 % beragama lain yang terdiri dari suku Melayu asli,Padang,cina dan lainnya. Menurut kisahnya, nama Batu Kucing ini dulunya disebut orang Batu Angkang yang dalam bahasa Tionghoa artinya Batu Kapal. Sebelum abad ke-17 atau ratusan tahun yang lalu Batu Kapal merupakan lautan dan daerah sekitarnya terdapat hutan dan semak-semak belukar yang ditumbuhi pohon karet yang besar-besar.

Pada suatu hari, ada seorang Datuk yang bernama Datuk Sangpukong bersama keluarganya merupakan orang pertama yang berlayar melintasi daerah asal mula Batu Kapal.Dalam sejarah orang-orang Cina turunan muslim berlayar bertujuan untuk berdagang dan menyebarkan agama islam.

Hari demi hari,waktu berganti waktu mereka belum juga sampai pada tujuan. Hingga suatu saat ketika  sang putri berdiri di teras kapal ia melihat ada sebuah daratan dan berteriak kepada semua orang yang ada di kapal itu.Kabar itu membuat semua yang ada dikapal itu keluar untuk melihatnya.

Hal ini membuat kapal yang berlayar tidak ada yang mengendalikannya serta laut yang mereka arungi  tiba-tiba surut sehingga mengakibatkan kapal ini kandas. Kapal beserta pemilik dan isinya hancur menjadi pecahan-pecahan yang berserakan disana-sini.Pcahan batu kapal itu rupanya dahulu diakibatkan oleh peristiwa alam menjadi batu-batuan yang sangat besar yang bentuknya ada yang menyerupai tempat Nahkoda berbentuk Lesung dan menyerupai bentuk binatang.

Batu yang menyerupai binatang ini  bentuknya seperti kucing yang berukuran P = 2,5m L = 1m T = 2m. Misteri terungkap Terungkapnya misteri daerah Batu Kucing tepatnya pada tahun 1957.Almarhum Pak Ishak yang pada saat itu berusia 63 tahun beserta keluarga merupakan orang pertama yang bertempat tinggal di daerah Batu Kapal ini.

BACA JUGA :  PT Sinar Kaloy Diduga Menyerobot Lahan Masyarakat

Jarak pondoknya dengan Batu kapal tersebut lebih kurang 50 m. Cerita ini merupakan turun temurun dari keluarga mereka.“Ya, bapak saya yang mengetahui sejarah dari Batu Kucing ini”, ungkap anak perempuan almarhum sebut saja Siti. Daerah ini dulunya merupakan semak belukar dan belum ada 1 pun rumah penduduk, jalan, dan kendaraan bermotor yang ada hanya jalan setapak.

Sebelum almarhum hendak membuat pondok ia bertemu dengan orang tionghoa yang mengatakan “anda ingin mendirikan pondok”? “Ya saya ingin mendirikan pondok disini”,almarhum menjawab. “Bagus,tapi tolong jika ada hal yang aneh atau tidak diinginkan tolong jangan diganggu”, Siti menceritakan. Hal ini dibenarkan karena waktu dulu itu memang sering terjadi hal-hal yang berbau mistis seperti penampakkan hewan-hewan yang tak dapat dilihat dengan kasat mata dan lain lain.

Penemuan nama Jalan Batu Kucing Dulu almarhumlah yang membersihkan lingkungan sekitar gubuknya.Selain tu almarhum juga membuat jalan pintas yang dapat menghubungkan jalan-jalan yang lain.Pada saat itulah almarhum tertegun melihat bongkahan batu-batuan besar tersebut.

Bentuknya terus ia perhatikan.Ternyata pecahan kapal datuk Sangpukong menyerupai kepala kucing. Setiba dipondok almarhum membuat papan yang bertuliskan “ JALAN BATU KUCING”  yang sekarang ini telah banyak dikenal dan ramai ditempati oleh masyarakat serta bangunan-bangunan seiring waktu berjalan. “Sekarang,demi membuat rumah masyarakat banyak memecahkan batu-batu besar lainnya,” kenangnya.

Batu Kapal atau Batu Kucing itu dulunya memang sering orang-orang datang menziarahi atau mengunjunginya. Terutama kaum Tionghoa melakukan aktifitas sembahyang dibawah batu berbentuk kucing itu guna mengenang arwah Nenek Moyangnya. Tapi, kini tidak ada lagi tempat sembahyang itu,karna didepannya telah dibangun sebuah klinik bersalin yang ternama di Tanjungpinang. Dan sekarang Batu Kucing ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

“ Saya berharap Batu Kucing ini mendapat perhatian dari pemerintah serta dibudidayakanlah karena dilihat dari sejarahnya Batu Kucing ini termasuk budaya kita yang sebagian orang belum banyak yang mengetahuinya,” ungkap Siti penuh harap. (Red/Mery Astria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.