LPKTN- RI Sosialisasi dan Edukasi Produk Beredar Di Kepulauan Riau

Produk dari Cina dan Malaysia yang dijual secara bebas dan murah ( dok, harianmemokepri )

HARIAN MEMO KEPRI, KEPRI – Lembaga Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga Republik Indonesia ( LPKTN – RI ) tengah gencar melakukan sosialisasi dan edukasi barang atau produk beredar di Kepulauan Riau. Hal ini dilakukan dikarenakan LPK menemukan telah banyak produk yang beredar di Kepri tidak memenuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

Ketua LPKTN – RI Tomo mengatakan, teamnya melakukan tugas sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi ( TUPOKSI ) sebagai Lembaga Perlindungan Konsumen.

” Tugas kami melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengusaha tentang barang yang boleh diedarkan dan tidak boleh diedarkan.” Katanya.

Tomo juga menjelaskan bahwa produk yang beredar atau diperjualbelikan harus memenuhi peraturan yang berada di Republik Indonesia, diantaranya berlabel Standart Nasional Indonesia ( SNI ), pengimpor atau yang bertanggungjawab dan berbahasa Indonesia untuk produk luar negeri.

” Bagi produk yang wajib Standart Nasional Indonesia ( SNI ) ya harus ada label SNI, terus produk dari luar negeri paling tidak wajib mencantumkan importirnya dan berbahasa Indonesia.” Jelasnya.

” Untuk produk makanan harus ada label halal dan kesehatan atau dari BPOM.” Tambah Tomo

Selama sosialisasi team LPK menemukan banyak supermarket atau swalayan menjual produk yang tidak boleh diedarkan. Semua temuan itu telah didata dan akan diberikan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penindakan bagi pengusaha yang membandel.

“Selain melakukan sosialisasi dan edukasi kami juga melakukan pendataan, team kami menemukan banyak swalayan atau supermarket yang telah menjual produk tanpa SNI, tanpa importir dan bahasa Indonesia, data itu nantinya akan kami serahkan kepada penyidik dalam hal ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil ( PPNS ) Perlindungan Konsumen untuk ditindaklanjuti,’ Ujarnya.

Team LPK turun langsung kelapangan setelah banyak menemukan produk dari luar negeri yang dijual secara bebas di Kepulauan Riau tanpa menaati peraturan Pemerintah Republik Indonesia.

Produk Cina dan Malysia yang dijual di sebuah supermarket di Batam

Produk ini banyak berasal dari negara Cina dan Malaysia, yang kebanyakan dijual secara murah dan diragukan dari segi kwalitas dan kesehatannya. Keraguan ini dikarenakan produk langsung didatangkan dan dijual tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Hal ini bisa dilihat dari produk itu sendiri yang tidak memiliki label SNI dan yang lainnya. Bahkan telah banyak bermunculan supermarket atau swalayan yang ketika kita masuk kedalam seolah berada diluar negeri dikarenakan hampir semua produknya berasal dari luar negeri.

“Kalau anda ingin belanja keluar negeri tak usah jauh – jauh, di Kepri ada kok tempatnya yang menjual hampir semua produknya itu dari luar negeri, murah lagi, dan semuanya murni tanpa ada label Indonesia.” Terang Tomo. ( Red )

 

more recommended stories