HARIANMEMOKEPRI.COM — Rumah kayu di Lingga memiliki banyak sebutan dan pada umumnya mungkin belum disadari atau diketahui oleh masyarakat ramai.

Rumah kayu di Lingga tidak boleh sembarangan saat pembuatannya, hal ini dikarenakan  di setiap sisinya harus disesuaikan dengan jenis dan kekuatan pada kayunya.

Berbagai macam sebutan Rumah kayu di Lingga merupakan warisan dari zaman nenek moyang hingga sampai dengan sekarang masih dipakai oleh warga masyarakat melayu.

Baca Juga: Kolonel Navigator Arief Budiman Ingatkan Personel Tertib Berlalulintas

Seperti masyarakat dengan perekonomian menengah keatas rata-rata membangun rumah berbahan semen, batu dan keramik.

Sedangkan masyarakat dengan perekonomian menengah kebawah biasa memilih menggunakan bahan kayu. Seperti yang hampir sering ditemukan di wilayah pelosok di Lingga.

Namun kini juga banyak ditiru oleh warga dengan perekonomian menengah keatas, tentunya dengan hasil dan kesan lebih mewah.

Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor di Batam Harus Tau Fungsi Helm, Selain Lindungi Kepala dari Cidera, Ini Fungsi Lainnya

Mengenai keadaan Rumah kayu di Lingga, ada yang dengan posisi langsung diatas tanah berlantai semen atau papan, ada juga berbentuk panggung yang pada umumnya juga berlantai papan.

Selain untuk menghindari rerumputan liar, pembuatan rumah panggung juga dikhawatirkan terhadap hewan berbisa seperti ular, kalajengking atau lipan dan lain sebagainya.

sebab jika rumah kayu berdiri diatas tanah lembab, hewan-hewan ini lebih sering ditemukan dibawah lantai atau di sudut-sudut rumah, namun berbeda lagi dengan tujuan pembuatan rumah panggung bagi masyarakat pesisir pantai yang utamanya menghindari air laut atau gelombang pasang.