Lima Pesan Penting UAS bagi Masyarakat Kepri

Ust Prof Abdul Shomad Lc MA Ph,d Saat Berikan Tausyiah ( Foto :Indrapriyadi /Harianmemokepri.com )
Ust Prof Abdul Shomad Lc MA Ph,d Saat Berikan Tausyiah ( Foto : Indrapriyadi /Harianmemokepri.com)

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang — Dalam Rangka sempena hari jadi Provinsi Kepulauan Riau ke 18, Pemprov Kepri menggelar Tabligh Akbar bersama Ust. Abdul Shomad di Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, Minggu (20/09) malam.

Dengan menerapkan protokol kesehatan para jamaah yang hadir dibatasi dan sebagian menyaksikan melalui Live Streaming di Halaman Masjid Nur Ilahi Dompak.

Gubernur Kepri H Isdianto S, Sos MM mengatakan, selaku Gubernur Kepri dan atas nama masyarakat Kepri mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ust. Abdul Shomad dan berdoan semoga apa yang disampaikan dapat memberikan berkah bagi masyarakat Kepri.

Para Jamaah Yang hadir dalam Tabligh Akbar ( Foto : Indrapriyadi /Harianmemokepri.com)
Para Jamaah Yang hadir dalam Tabligh Akbar ( Foto : Indrapriyadi /Harianmemokepri.com )

“Pada hari ini kita bermunajat kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada kita semua, dan kita dianjuran untuk selalu menjaga kesehatan dimasa pandemi Covid 19, serta selalu menjunjung tinggi persatuan dan kerukunan keharmonisan antar umat beragama demi mewujudkan suasana nyaman dan damai,” ucapnya.

BACA JUGA :  Dukung New Normal, Polres Anambas Tanpa Henti Lakukan Patroli Dialogis

Sementara itu, Ust. Prof. Abdul Shomad, Lc, MA, Ph,d atau biasa dipanggil dengan sebutan UAS ini memberikan lima pesan penting bagi masyarakat Kepri.

UAS mengatakan bahwa pada Hari jadi Provinsi Kepri ke 18 ibarat anak muda yang sedang mabuk asmara, dan penuh perjuangan yang harus dilalui, Provinsi Kepri adalah ujung tombak pertahanan bangsa Indonesia maka harus dibekali dengan benteng pertahanan baik dhohir maupun bathin.

“Ada lima pesan saya kepada seluruh masyarakat Provinsi Kepri yakni, mari kita jaga kekuatan bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam lagu indonesia raya bangunlah jiwanya bangunlah badannya, kedua agama menjaga benteng spritual beragama dan keyakinan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rudiantara: BI Larang Bitcoin, Saya Siap Blokir

Ketiga, UAS menyampaikan, tidak ada gunanya benteng yang kuat, agama yang kuat tetapi masih saja adu domba dan berkelahi maka itu akan bisa kehilangan semangat serta akan gagal semuanya  mari kita jaga persatuan, kesatuan dan keamanan.

“Keempat perbanyaklah Istighfar dan bersholawat agar kita dilindungi dan dijaga oleh Allah SWT. Kelima antara iman dan ikhtiar terdapat doa, tidak ada yang menguatkan kita selain berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT.” tutup UAS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.