Lihat Anak Sakit – sakitan, Butuh 300 Ribu Untuk Beli Obat, Asep Nekat Jadi Kurir Ganja

0
Barang bukti ganja yang dibawa tersangka (foto : ist)

HarianMemoKepri.com, Hukrim – Melihat anaknya yang masih berusia enam bulan sakit-sakitan, Asep Mulyadi (25) tidak bisa berpikir panjang. Buruh yang tinggal di Kelurahan Kebonjeruk, Tanjungkarang Timur, ini nekat menjadi kurir narkoba.

Namun, langkahnya terhenti. Asep diamankan anggota Satresnarkoba Polresta dan Polisipun berhasil menyita barang bukti satu kilogram ganja kering.

Dikutip dari Jawapos.com, Asep mengaku ia membutuhkan uang Rp300 ribu untuk biaya anaknya berobat. ”Anak saya sakit. Tapi nggak punya uang untuk mengobatinya,” kata Asep di Mapolresta Bandarlampung, Jumat, (23/3).

Lantas ia menghubungi rekannya AR (buron) untuk meminjam uang. Mereka berkenalan saat sedang nongkrong di depan taman makam pahlawan. Asep dan AR memang beberapa kali menghisap ganja. Namun beberapa bulan terakhir, keduanya tidak bertemu.

Menurut Asep, saat itu AR menyatakan tidak memiliki uang. Lalu ia menawari Asep mengambil barang (ganja, Red) dan mengantarkan kepada seseorang. Nantinya, Asep akan mendapat upah sebesar Rp300 ribu. ”Saya juga belum tahu (ganja) mau diantarkan kemana. Katanya tunggu telpon dari dia (AR, Red),” ujarnya.

Asep mengaku saat itu dirinya sempat berpikir untuk mengantarkan ganja. Namun kemudian, ia menyanggupi mengambil daun haram tersebut di depan salah satu sekolah dasar di Tanjungkarang Barat (TkB).

“Saya disuruh mengambil barang itu ditumpukan bata depan SD Gedongair. Setelah diambil, barang itu saya selipkan di balik baju. Lalu saya pulang menunggu telepon dari AR,” ujarnya.

Namun belum tiba di rumah, lelaki tamatan SMA ini didekati Unit Tangkal Satsabhara Polresta Bandarlampung yang sedang patroli. Saat digeledah, ditemukan satu kilogram ganja. ”Saya sekarang bingung. Bagaimana nasib anak saya yang sedang sakit,” kata Asep sedih.

Sementara Kasatresnarkoba Polresta Bandarlampung Kompol Indra Herliantho mengatakan, sebelum penangkapan pihaknya melihat seseorang dengan gelagat mencurigakan sedang melintas.

”Kami langsung berhenti dan menanyakan tujuan orang itu. Namun gerak geriknya mencurigakan. Ia memegang perutnya. Ketika diperiksa, ternyata menyembunyikan ganja,” kata Indra dalam ekspose di Mapolresta Bandarlampung.

Dilanjutkan, saat diperiksa, Asep mengaku hanya sebagai perantara yang dititipi barang oleh rekannya. Rencananya ganja akan diberikan kepada pemesan,”Kita masih mengembangkan kasus ini dan mendalami keterangan tersangka,” kata dia. (Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.