LAM Kepri Akan Berikan Gelar Kebangsawanan Untuk Jokowi. Laruka Tanjungpinang : Asalkan Tak Ada Udang di Balik Batu

HarianMemoKepri.com, Tanjungpinang – Pemberian gelar kebangsawanan melayu oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri kepada Presiden RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi) dinilai wajar-wajar saja. Namun, pemberian gelar tersebut haruslah atas dasar kontribusi individu yang akan diberikan gelar.

“Wajar-wajar saja, Pak Jokowi itu Presiden kita. Tapi kalau pemberian gelar kepada Presiden ada unsur kepentingan itu yang tidak boleh. Karena gelar kebangsawanan melayu itu bukan main-main, asal tidak ada udang dibalik batu,” ucap Ketua Lembaga Amanah Riau Hulu Kuala (Laruka) Tanjungpinang, Dg. Marzuki melalui Sekjend nya Syaiful Amri kepada HarianMemoKepri.com, Jumat, (14/9/2018).

Diketahui gelar yang akan diterima Jokowi adalah Sri Utama Mahkota Negara yang merupakan Gelar kebangsawanan tinggi bagi Masyarakat Melayu.

“Kami sudah berbincang-bincang dengan beberapa tokoh adat. Hal ini memang bisa diberikan kepada beliau (Jokowi-red), karena melihat posisi beliau saat ini sebagai Presiden,” katanya.

Laruka yang saat ini bisa dikatakan tempatnya para pemuda-pemuda pengkaji sejarah dan adat istiadat melayu menjelaskan bahwa penerima gelar tersebut kebanyakan dari kepala-kepala negara.

“Untuk gelar kebangsawanan melayu itu memang khusus bagi kepala negara, Gelar Sri Utama Mahkota Negara tidak hanya diberikan bagi Kepala Negara kita melainkan kepada kepala negara asing. Contohnya Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia ke 6, Michelle Bachelet Presiden Republik Chile, Hamad bin Khalifa Al Thani Emir Qatar, dan yang terakhir Raja Salman ibni Abdulaziz Al Saud Raja Saudi Arabia pada tahun 2017 silam telah menerima gelar tersebut dari Kerajaan Melayu Malaysia,” lanjutnya.

“Jadi tidak ada masalah untuk diberikan gelar ini kepada Jokowi. Tapi jangan sampai pemberian gelar ini dipolitisasi dikarenakan sedang dalam masa menjelang Pilpres,” tambahnya.

Lakura menjelaskan bahwa Gelar Sri Utama Mahkota Negara ini diberikan tanda simbol seperti memiliki Kalung Bintang, Selempang dan Lencana.

Kalung gelar mengandungi motif tengah yang berbentuk dua bilah keris bersarung yang bersilang serta menjulang. Bintang dan Bulan Sabit diperbuat dari bahan emas dan berbentuk bintang segi sembilan.

Sementara untuk Lencana gelar dibuat dengan lambang bintang pecah lima. Dan Selempangnya menggunakan kain sutera berwarna kuning dan di tengahnya terdapat jalur merah dengan ujungnya yang berikat pita. (Red)

Bp Batam 2020

Related Articles

HUT ke 56, Golkar Optimis Menang Pilkada 2020

Harianmemokepri.com | Anambas — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kepulauan Anambas merayakan HUT Ke 56 Tahun dengan cara Virtual dan pemotongan...

Ratusan Mahasiswa Kembali Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang - Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait Undan-undang Omnibus Law dan Cipta Kerja, kali ini massa mahasiswa mendatangi Kantor...

Perwako Sanksi Protokol Covid 19 Sementara Belum Diterapkan

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang - Denda administratif sebesar Rp 50 ribu bagi masyarakat pelanggar protokol kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwako) nomor 44 tahun...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bp Iiii

BERITA TERBARU

HUT ke 56, Golkar Optimis Menang Pilkada 2020

Harianmemokepri.com | Anambas — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kepulauan Anambas merayakan HUT Ke 56 Tahun dengan cara Virtual dan pemotongan...

Ratusan Mahasiswa Kembali Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang - Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait Undan-undang Omnibus Law dan Cipta Kerja, kali ini massa mahasiswa mendatangi Kantor...

Perwako Sanksi Protokol Covid 19 Sementara Belum Diterapkan

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang - Denda administratif sebesar Rp 50 ribu bagi masyarakat pelanggar protokol kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwako) nomor 44 tahun...

Semarakkan HSN Ponpes Al-Kautsar Laksanakan Seminar Bersama KPAI

Harianmemokepri.com | Tanjungpinang - Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, santri dan santriwati Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar...

Lewat Gowaslu, Pemko Batam Dorong Partisipasi Masyarakat Kawal Pilkada

Harianmemokepri.com | Batam -- Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendorong keterlibatan masyarakat ikut mengawasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam...